Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : China Bantah Kirim Senjata ke Iran untuk Perang Lawan AS-Israel
Advertisement . Scroll to see content

Virus Korona, Perawat Hong Kong 'Mogok' karena Pemerintah Tolak Menutup Perbatasan China

Kamis, 30 Januari 2020 - 11:40:00 WIB
Virus Korona, Perawat Hong Kong 'Mogok' karena Pemerintah Tolak Menutup Perbatasan China
Puluhan perawat di Hong Kong memprotes pemerintah karena menolak menutup perbatasan dengan China (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

HONG KONG, iNews.id - Sedikitnya 90 perawat di Hong Kong memprotes pemerintah yang tak mau menutup perbatasan dengan China daratan untuk mencegah wabah virus korona baru.

Puluhan perawat yang bertugas di tiga rumah sakit itu tak masuk kerja dengan mengajukan cuti mendadak sejak Rabu (29/1/2020).

Hospital Authority membenarkan aksi protes 90 perawat tersebut dan diperkirakan akan diikuti oleh para perawat dari rumah sakit lainnya.

Dari jumlah itu, 26 merupakan perawat di Rumah Sakit Pok Oi di Yuen Long, 41 orang bertugas di ICU atau ruang operasi Rumah Sakit Pamela Youde Nethersole Eastern di Chai Wan, dan 23 lainnya di Rumah Sakit Princess Margaret di Kwai Chung.

Pada Selasa, 15 perawat Rumah Sakit Pamela Youde Nethersole Eastern dan lima perawat Rumah Sakit Princess Margaret juga tak masuk.

Seorang juru bicara Hospital Authority mengatakan, bagian HRD akan menindaklanjuti pengajuan cuti para perawat dan staf itu dan menyiapkan petugas untuk mengisi kekosongan.

Seorang sumber mengatakan, di Rumah Sakit Chai Wan, perawat yang bertugas di 10 dari 12 ruang operasi mengambil cuti. Dua ruang operasi hanya dijaga oleh seorang perawat. Padahal setidaknya harus ada dua perawat di setiap kamar operasi.

"Setidaknya dua perawat harus hadir untuk menjalankan satu ruang operasi. Ini berarti jadwal operasi di rumah sakit akan terpengaruh, karena banyak ruang tidak bisa digunakan," kata sumber, dikutip dari South China Morning Post (SCMP), Kamis (30/1/2020).

Dia melanjutkan, para perawat mengambil cuti sebagai pertanda akan digelarnya unjuk rasa besar-besaran, yang kemungkinan digelar pekan depan.

Mereka mengusung tuntutan utama yakni penutupan secara total perbatasan dengan China daratan untuk mencegah menyebarnya virus korona.

"Penutupan sebagian perbatasan tidak cukup, yang juga menjadi akar keluhan banyak perawat. Meski pemerintah menutup enam pos pemeriksaan perbatasan (dari total 15), masih banyak orang yang dapat memasuki Hong Kong," kata sumber itu.

Aliansi Pegawai Rumah Sakit yang beranggotakan 15.000 orang sebelumnya menyatakan akan mengadakan rapat pada Sabtu (1/2/2020) untuk membahas aksi mogok kerja massal.

Pada Rabu malam, lebih dari 3.000 praktisi medis menandatangani petisi online untuk bergabung dengan aksi mogok.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut