Wabah Virus Korona, Pemerintah Matangkan Persiapan Evakuasi Ratusan WNI dari Hubei
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah terus mematangkan persiapan evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Provinsi Hubei, China, terkait wabah virus korona baru.
Tak hanya WNI di Wuhan, kota bermulanya wabah virus korona, yang dijemput tapi seluruh Provinsi Hubei. Wuhan merupakan ibu kota provinsi Hubei.
Data Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyebutkan, saat ini ada 100 WNI di Wuhan, yakni 84 mahasiswa dan 16 tamu mahasiswa. Sedangkan jika ditotal ada 243 WNI yang berada di Hubei.
Kemlu bekerjasama dengan kementerian dan lembaga terkait agar evakuasi bisa dilakukan dengan cepat dan tepat sambil menunggu izin dari otoritas China.
Heboh Bintang di Bendera China Diganti Simbol Virus Korona
Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah mengatakan, evakuasi menghadapi kendala karena sebaran posisi WNI di Hubei cukup luas. Apalagi semua kota di Hubei sudah diisolasi atau karantina, sehingga tak mudah bagi pergerakan warga di sana.
“Proses evakuasi menyangkut sebaran WNI yang cukup banyak dan tidak terfokus hanya di satu kota di Provinsi Hubei, jadi kami mencoba mempersiapkan proses yang akan mendukung evakuasi nanti,” ujarnya, di Jakarta, Rabu (29/1/2020).
Tak Terpengaruh Virus Korona, Jumlah Kunjungan WNA China ke Jatim Meningkat 29%
Tak hanya itu, pemerintah juga harus menyiapkan tempat karantina bagi seluruh WNI tersebut setelah mereka tiba di Tanah Air.
TNI Angkatan Udara (AU) menyiapkan tiga pesawat, yakni dua Boeing 737 dan satu Hercules C-130 untuk membawa WNI. Selain itu, TNI AU juga menyiapkan personel dari batalion kesehatan.
Beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Jerman, dan Filipina, sudah dan akan menjemput warganya dari Kota Wuhan, pusat bermulanya wabah, dengan mengirim pesawat charter.
Kedutaan Besar AS di Beijing menyatakan sebuah pesawat charter menjemput staf konsuler pada Rabu. Sejauh ini 220 warga AS dievakuasi dari Wuhan dan dibawa ke Bandara Anchorage, Alaska. Mereka akan menjalani pemeriksaan di Alaska sebelum proses karantina lanjutan.
Komisi Eropa menyatakan akan membantu menyewa dua pesawat untuk menerbangkan warga negara Uni Eropa untuk pulang, di mana 250 warga Prancis sudah berangkat pada penerbangan pertama.
Filipina akan memulangkan warganya dari seluruh Provinsi Hubei. Departemen Luar Negeri Filipina menyediakan penerbangan dari Hubei.
Jepang telah memulangkan 206 warga negaranya dari Wuhan ke Tokyo.
Negara lain juga akan mengarantina warga yang dievakuasi selama 2 pekan atau sampai mereka dinyatakan benar-benar bebas virus.
Australia akan memulangkan warganya dari Hubei dan mengarantina mereka di Christmas Island, sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing.
Editor: Anton Suhartono