Warga AS Ikut Aksi Bela Palestina di Depan Kedubes Amerika: Bebaskan Palestina!
JAKARTA, iNews.id - Seorang warga Amerika Serikat (AS) ikut serta dalam Aksi Bela Palestina di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (5/11/2023). Pria Muslim bernama Herry itu bahkan ikut menyampaikan orasi.
Setelah demonstrasi Aksi Bela Palestina di Silang Monas berakhir, Herry dan massa lainnya melanjutkan unjuk rasa di depan Kedutaan Besar (Kedubes) AS yang jaraknya sangat dekat dengan Monas.
Dalam orasi menggunakan bahasa Inggris, Harry menyampaikan rasa kagumnya melihat jutaan demonstran yang mendukung serta menyerukan kemerdekaan Palestina.
Menurut Herry, dukungan yang sama juga diberikan warga Muslim di AS.
Haru! Menlu Retno Marsudi Bacakan Puisi untuk Palestina di Monas
Di ujung orasi, Harry membakar semangat para demonstran dengan meneriakkan bebaskan Palestina.
"Free Palestine, Free Palestine, Free Palestine, Allahu Akbar," katanya, penuh semangat.
Ketika Gedung Putih Digeruduk Massa Pro-Palestina, Janji Tak Pilih Biden di Pilpres AS
Seperti diketahui, pada Sabtu (4/11/2023), puluhan ribu demonstran memadati Freedom Plaza, Washington DC, AS, untuk menyampaikan dukungan terhadap Palestina dalam Aksi Nasional untuk Pembebasan Palestina. Lokasi aksi tersebut hanya beberapa meter dari Gedung Putih.
Massa kemudian bergerak melintasi Gedung Putih. Mereka membawa bendera Palestina serta meneriakkan penentangan terhadap Israel sambil membentangkan spanduk, “Berdiri Bersama Palestina! Akhiri Pendudukan Sekarang!”, “Akhiri Perang di Gaza” dan “Bebaskan Palestina”.
Puan Hadir di Aksi Bela Palestina, Desak Agresi Militer Israel Dihentikan
Para pengunjuk rasa mendesak gencatan senjata segera di Gaza serta diakhirinya bantuan AS kepada Israel.
Massa juga mengecam kebijakan Presiden Joe Biden.
“Biden, Biden Anda tidak bisa bersembunyi, Anda telah mendaftar untuk melakukan genosida. Tangan Anda berlumur darah," demikian teriakan massa.
Massa juga bersumpah tidak akan mendukung Biden dalam Pilpres AS 2024 termasuk politisi Partai Demokrat lainnya. Menurut mereka, para politisi Demokrat bermuka dua.
Editor: Anton Suhartono