WHO: Ganti Istilah Social Distancing dengan Physical Distancing

Ahmad Islamy Jamil ยท Senin, 23 Maret 2020 - 10:51 WIB
WHO: Ganti Istilah Social Distancing dengan Physical Distancing

Penumpang di Bandara Ngurah Rai Bali duduk di bangku bandara sambil menjaga jarak 1 meter. (Foto: iNews.id/Aris Wiyanto)

JENEWA, iNews.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menganjurkan dan mendorong penggunaan frasa physical distancing yang berarti "menjaga jarak fisik" alih-alih frasa social distancing (menjaga jarak sosial). Hal itu dikemukakan WHO untuk mendorong masyarakat agar tetap terhubung melalui media sosial.

Menurut WHO, gagasan pengubahan istilah itu adalah untuk menjernihkan pemahaman bahwa perintah untuk tetap di rumah selama wabah virus corona jenis baru (Covid-19) saat ini bukan tentang memutuskan kontak dengan teman dan keluarga. Melainkan hanya menjaga jarak fisik untuk memastikan penyakit itu tidak menyebar.

Untuk itu, WHO menjelaskan bahwa langkah menjaga jarak fisik dan mengarantina diri bila sakit memang baik untuk menahan penyebaran Covid-19. Namun, itu bukan berarti membuat orang-orang menjadi terisolasi secara sosial.

Masyarakat tetap perlu melakukan interaksi sosial, terutama dengan memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Dengan begitu, komunikasi antarsesama tetap terjaga.

"Teknologi saat ini sudah berkembang demikian pesat, sehingga kita bisa tetap saling terhubung tanpa harus secara fisik berada di dalam ruangan atau tempat yang sama," ungkap Ketua Tim Teknis Tanggap Covid-19 WHO, Dr Maria Van Kerkhove, seperti dikutip dari CTV News, Senin (23/3/2020).

Van Kerkhove menjelaskan, dalam sebuah tempat atau ruangan yang tertutup, seorang yang terinfeksi corona bisa menyebarkan penyakit tersebut ke banyak orang sekaligus dalam waktu singkat. Karena itulah, pertemuan tatap muka atau berkumpul di sebuah ruangan tertutup harus sangat dihindari selama masa pandemi ini.

Editor : Ahmad Islamy Jamil