Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Eks Bos WHO Beberkan Fakta Mengkhawatirkan Wabah Ebola 2026, Dunia Harus Waspada!
Advertisement . Scroll to see content

WHO: Kasus Kematian Global akibat Covid 15 Juta Orang, 3 Kali Lipat daripada Data Resmi

Jumat, 06 Mei 2022 - 16:21:00 WIB
WHO: Kasus Kematian Global akibat Covid 15 Juta Orang, 3 Kali Lipat daripada Data Resmi
WHO ungkap kasus kematian akibat Covid-19 di seluruh dunia hingga akhir 2021 nyaris 3 kali lipat dibandingkan angka resmi (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

JENEWA, iNews.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis laporan cukup mengejutkan, Kamis (5/5/2022), mengenai kondisi Covid-19 global. Jumlah kasus kematian akibat virus corona ternyata hampir tiga kali lipat daripada data resmi hingga akhir 2021.

Badan PBB itu mengungkap ada 14,9 juta korban meninggal di seluruh dunia terhitung sejak Janauri 2020 hingga Desember 2021. Padahal data resmi menyebutkan, pada periode yang sama ada 5,4 juta lebih kasus kematian.

Angka yang melonjak tersebut juga memperhitungkan orang yang meninggal dari akibat tidak langsung wabah. Itu termasuk mereka yang tidak bisa mengakses layanan kesehatan karena padatnya rumah sakit serta fasilitas lainnya di masa puncak gelombang.

Selain itu angka ekstrem tersebut juga memasukkan kasus kematian yang tak dilaporkan, terutama di negara-negara yang sistemnya tak memadai. Bahkan dalam kasus wabah lainnya sebelum pandemi, sekitar 6 dari 10 kasus kematian di seluruh dunia tidak dilaporkan.

Laporan WHO juga menyebutkan, hampir setengah dari kasus kematian yang hingga saat ini belum terhitung terjadi di India. Sekitar 4,7 juta orang meninggal di India akibat Covid-19, terutama saat gelombang wabah pada Mei dan Juni 2021.

Pemerintah India melaporkan kasus kematian selama periode Januari 2020-Desember 2021 sekitar 480.000, jauh lebih rendah.

WHO belum sepenuhnya memeriksa data baru yang diberikan India pekan ini.

Mengomentari data mengejutkan itu, India mempertanyakan metode penghitungan yang digunakan WHO.

Panel WHO, terdiri atas pakar internasional, mengerjakan data tersebut selama beberapa bulan. Hasilitu didapat dengan mengombinasikan informasi dari pemerintahan pusat, daerah, serta menggunakan model penghitungan statistik, untuk mendapatkan angka di daerah yang datanya tidak lengkap. Metodologi itulah yang dikritik India.

Meski demikian penilaian dari lembaga independen lainnya juga senada, jumlah kematian di India jauh lebih tinggi daripada penghitungan resmi pemerintah. Laporan yang diterbitkan Science mengungkap jumlah kasus kematian akibat Covid-19 di India kemungkinan mencapai 3 juta orang.

Model lain juga mencapai kesimpulan serupa tentang jumlah kematian global yang jauh lebih tinggi daripada angka resmi. Sebagai perbandingan, sekitar 50 juta orang diperkirakan meninggal akibat pandemi Flu Spanyol pada 1918 dan 36 juta telah meninggal akibat HIV sejak epidemi dimulai pada 1980-an.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut