WHO Puji Rwanda, Thailand, dan Vietnam dalam Pencegahan Wabah Covid-19

Antara ยท Selasa, 28 Juli 2020 - 21:14:00 WIB
WHO Puji Rwanda, Thailand, dan Vietnam dalam Pencegahan Wabah Covid-19
Logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). (Foto: Istimewa)

JENEWA, iNews.id – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bakal kembali menggelar pertemuan Komite Darurat pada Kamis (30/7/2020) lusa guna mengevaluasi pandemi Covid-19. Pertemuan itu menyusul meningkatnya kasus infeksi virus corona global hingga dua kali lipat hanya dalam tempo enam pekan terakhir.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, meski dunia telah berubah, langkah-langkah mendasar yang diperlukan dunia untuk menekan penularan sekaligus menyelamatkan nyawa manusia ternyata masih belum berubah. Banyak negara yang pemerintahnya masih minim melakukan upaya, baik dalam menemukan, mengisolasi, melakukan tes, maupun merawat pasien, termasuk melacak kontak, dan mengarantina mereka.

“Negara dan komunitas yang telah mengikuti imbauan (WHO) ini secara hati-hati dan konsisten telah melakukannya dengan baik, baik dalam mencegah wabah berskala besar seperti Kamboja, Selandia Baru, Rwanda, Thailand, Vietnam, dan pulau-pulau di Pasifik dan Karibia, ataupun; dalam mengendalikan wabah seperti Kanada, China, Jerman, dan Republik Korea (Korea Selatan),” katanya, dikutip Xinhua, Selasa (28/7/2020).

Dia menuturkan, pertemuan pada Kamis lusa menandai enam bulan sejak WHO menyatakan wabah virus corona sebagai darurat kesehatan masyarakat pada 30 Januari lalu, yang menjadi perhatian internasional. Dalam konferensi pers secara virtual, Senin (27/7/2020) waktu Jenewa (Swiss), Tedros menyebutkan hampir 16 juta kasus di seluruh dunia dilaporkan kepada WHO, dengan lebih dari 640.000 di antaranya berupa kasus kematian.

“Ini keenam kalinya darurat kesehatan global diumumkan di bawah Regulasi Kesehatan Internasional, tetapi dengan mudah (kondisinya) menjadi yang terparah,” katanya. Dia mengingatkan, pandemi Covid-19 masih akan terus menyebar dengan cepat.

Editor : Ahmad Islamy Jamil