Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dokter: Pembedahan Robotik Bukan Sekadar Hype tapi Kebutuhan
Advertisement . Scroll to see content

WHO Sebut 22.000 Tenaga Medis di 52 Negara Terinfeksi Virus Corona

Minggu, 12 April 2020 - 16:56:00 WIB
WHO Sebut 22.000 Tenaga Medis di 52 Negara Terinfeksi Virus Corona
WHO mengungkap lebih dari 22.000 petugas medis di 52 negara dan wilayah terinfeksi virus corona (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

JENEWA, iNews.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap data sebanyak 22.073 tenaga medis terinfeksi virus corona. Jumlah itu merupakan hasil laporan dari 52 negara dan wilayah hingga Rabu (8/4/2020).

Laporan yang dirilis WHO, sebagaimana dikutip dari Xinhua, Sabtu (12/4/2020) menyebutkan, data tersebut belum mewakili keseluruhan karena belum ada laporan sistematis dari otoritas kesehatan di masing-masing negara atau wilayah kepada badan PBB tersebut.

Selain itu data tersebut belum termasuk lebih dari 150 negara lain yang sudah melaporkan kasus Covid-19.

Hasil awal pemeriksaan menunjukkan, sebagian besar penularan terjadi di tempat mereka bertugas. Selain itu ada juga kasus penularan di lingkungan tempat tinggal, termasuk keluarga.

Untuk melindungi petugas kesehatan yang bertugas di garis depan, WHO menekankan penggunaan alat pelindung diri seperti pakaian, masker, kacamata, dan sarung tangan.

Selain itu WHO meminta otoritas setempat memperhatikan risiko kelelahan di kalangan tenaga medis dengan menghargai hak mereka atas kondisi kerja.

Tidak disebutkan berapa petugas yang meninggal akibat Covid-19, namun jumlahnya diyakini mencapai ratusan.

Sebelumnya asosiasi kesehatan Italia FNOMCeO mengungkap, 100 tenaga medis menonggal terhitung sejak awal wabah di negara itu yakni Februari 2020 hingga April.

“Jumlah dokter yang meninggal akibat Covid-19 mencapai 100 orang, mungkin sekarang sudah 101. Sangat disayangkan,” kata seorang juru bicara FNOMCeO, pada Kamis (9/4/2020).

Di antara para dokter meninggal termasuk mereka yang sudah pensiun. Pada petugas itu dihubungi oleh pemerintah pada bulan lalu untuk membantu menangani para pasien virus corona.

“Kita tak bisa lagi membiarkan dokter dan para pekerja kesehatan dikirim untuk berperang tanpa dilengkapi dengan pelindung diri dari virus. Ini pertempuran yang tidak seimbang,” kata Presiden FNOMCeO, Filippo Anelli.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut