Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Eks Direktur WHO Minta Indonesia Serius Cegah Masuknya Virus Nipah dari India!
Advertisement . Scroll to see content

WHO Tetapkan Virus Korona sebagai Pandemi, Ini Artinya

Kamis, 12 Maret 2020 - 07:43:00 WIB
WHO Tetapkan Virus Korona sebagai Pandemi, Ini Artinya
Tedros Adhanom Ghebreyesus (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut virus korona atau Covid-19 sebagai pandemi, Rabu (11/3/2020), bukan epidemi lagi.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, kondisi virus korona saat ini sudah cukup untuk dikategorikan sebagai pandemi.

Saat ini ada 114 negara dan wilayah yang melaporkan kasus virus korona dengan jumlah korban terinfeksi menembus 118.000 orang. Sementara korban meninggal nyaris menyentuh angka 4.300 orang dengan kasus kematian terbanyak berada di China.

Jumlah kasus di luar China bahkan meningkat 13 kali lipat dalam 2 pekan terakhir.

Namun Tedros menegaskan virus korona bisa dapat dicegah dan dikurangi, namun dengan peran serta negara-negara. Dia mendesak negara-negara mengambil tindakan untuk mencegah penyakit dampak dari korona saat ini juga.

"WHO dalam respons penuh sejak kami diberitahu kasus pertama. Kami setiap hari meminta negara-negara untuk mengambil tindakan mendesak dan agresif. Kami telah membunyikan alarm dengan keras dan jelas," tuturnya.

Lantas, apa itu pademi?

Berdasarkan keterangan WHO, pandemi merupakan wabah penyakit yang menyebar di wilayah yang luas, benua, bahkan merata di seluruh dunia.

Pandemi terjadi jika telah memenuhi tiga syarat, yakni:

1. Munculnya penyakit baru di kalangan warga
2. Menginfeksi manusia, menyebabkan penyakit berbahaya
3. Penyakit dapat menyebar dengan mudah dan berkelanjutan di antara manusia.

Sebelum Covid-19, WHO juga pernah mengategorikan pandemi dalam kasus flu babi atau H1N1 pada 2009.

Sementara epidemi merupakan penyakit yang timbul sebagai kasus baru di suatu populasi tertentu dan dalam suatu periode tertentu. Epidemi juga disebut sebagai wabah penyakit yang penyebarannya berlangsung lebih cepat dari prediksi.

Contoh kasus epidemi adalah sindrom pernapasan akut atau SARS yang terjadi pada 2002-2003, sebagian besar terjadi di China daratan dan Hong Kong.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut