WHO Wanti-Wanti Bencana Nuklir di Tengah Perang AS–Israel Vs Iran
JAKARTA, iNews.id – Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan dunia soal potensi skenario terburuk berupa insiden nuklir di tengah eskalasi perang AS-Israel vs Iran.
Peringatan ini muncul setelah meningkatnya serangan terhadap fasilitas strategis Iran, termasuk yang berkaitan dengan program nuklir. WHO mengaku telah menyiapkan berbagai langkah darurat untuk menghadapi kemungkinan krisis besar.
Mengutip laporan Middle East Eye, WHO menyebut insiden nuklir menjadi skenario paling buruk yang kini mulai diantisipasi, baik akibat serangan langsung maupun kerusakan fasilitas nuklir yang terdampak perang.
"Meskipun berbagai persiapan telah dilakukan, dampaknya akan sangat besar," kata Hanan Balkhy, Direktur regional WHO untuk Mediterania Timur, dikutip Kamis (19/3/2026).
Pejabat Militer Israel Ungkap Ngerinya Serangan Rudal Iran
Konflik memanas setelah operasi militer oleh AS dan Israel yang menargetkan fasilitas nuklir Iran. Langkah ini disebut bertujuan menghentikan potensi pengembangan senjata nuklir.
Namun, serangan tersebut justru membuka risiko lain, yakni kebocoran radiasi yang dapat berdampak lintas negara dan sulit dikendalikan.
Presiden Iran Benarkan Tewasnya Menteri Intelijen Esmail Khatib, Sebut Israel Pengecut
WHO menegaskan bahwa dampak konflik tidak hanya soal perang, tetapi juga berpotensi menjadi krisis kemanusiaan besar. Beberapa risiko yang disorot antara lain:
- Runtuhnya sistem layanan kesehatan
Bos Badan Intelijen AS Mundur Sebut Perang Iran akibat Tekanan Israel, Gedung Putih: Menggelikan!
- Lonjakan korban sipil dalam jumlah besar
- Terganggunya distribusi bantuan kemanusiaan
Dalam skenario ekstrem, dampaknya bisa menyerupai bencana nuklir besar yang memengaruhi generasi mendatang.
Di sisi lain, perdebatan soal kemampuan nuklir Iran masih terjadi di internal AS.
Presiden Donald Trump menyatakan Iran hampir memiliki senjata nuklir. Namun, sejumlah pejabat intelijen menilai program tersebut telah melemah akibat serangan sebelumnya dan belum menunjukkan tanda pemulihan signifikan.
Situasi ini memicu kekhawatiran luas akan eskalasi konflik yang lebih besar. Bahkan, muncul spekulasi soal kemungkinan penggunaan senjata ekstrem jika ketegangan terus meningkat.
WHO pun menegaskan pentingnya kesiapsiagaan global, mengingat dampak konflik berpotensi meluas jauh melampaui wilayah perang.
Editor: Muhammad Sukardi