Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Ingin Datangkan Guru dari Selandia Baru, Ajarkan Calon PMI Bahasa Inggris
Advertisement . Scroll to see content

Wisatawan Disarankan Tunda Perjalanan ke Selandia Baru, Ini Alasannya

Senin, 19 Februari 2018 - 13:56:00 WIB
Wisatawan Disarankan Tunda Perjalanan ke Selandia Baru, Ini Alasannya
Selandia Baru akan diterjang Badai Gita sepekan ini (Foto: Weatherwatch.co.nz)
Advertisement . Scroll to see content

WELLINGTON, iNews.id – Wisatawan yang akan menuju Selandia Baru pada pekan ini disarankan menunda perjalanan. Pasalnya penerbangan dari dan ke negara itu bakal banyak mengalami gangguan, bahkan pembatalan.

Maskapai Air New Zealand memperingatkan potensi gangguan penerbangan dari dan ke negara itu sepanjang pekan ini terkait adanya badai siklon tropis Gita. Badan meteorologi setempat menjelaskan, badai diperkirakan mulai menerjang pada Selasa 20 Februari 2018.

"Kami mengantisipasi gangguan yang signifikan pada penerbangan domestik serta internasional dalam sepekan  ini," demikian bunyi pernyataan maskapai, di website-nya, sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin (19/2/2018).

Air New Zealand menegaskan, maskapai tidak akan memberi uang pengganti bagi penumpang jika terjadi gangguan penerbangan akibat badai. Maskapai juga tidak akan menanggung biaya apa pun terkait penundaan penerbangan, termasuk untuk makan dan akomodasi hotel.

"Setiap konsumen yang memilih melanjutkan perjalanan sesuai rencana harus diberi tahu untuk bersedia menanggung risiko sendiri."

Sementara itu Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan, pemerintah terus memantau perkembangan terkait badai ini. Warga diminta agar terus memantau perkembangan yang disampaikan pihak pertahanan sipil di daerah masing-masing.

Badai Gita mulai menerjang negara-negara di Pasifik, seperti Fiji dan Tonga, pada pekan lalu. Angin dengan kecepatan 275 kilometer per jam memorak-porandakan bangunan serta menyebabkan banjir. Sebelumnya, Gita lebih dulu meluluhlantakkan Samoa.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut