Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Fenomena Banyak Warga Malaysia Pilih Pindah ke Singapura, Ini Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Zakir Naik Tak Akan Dipulangkan ke India, Malaysia Akan Kirim Surat Resmi

Jumat, 08 November 2019 - 11:08:00 WIB
Zakir Naik Tak Akan Dipulangkan ke India, Malaysia Akan Kirim Surat Resmi
Zakir Naik (Foto: New Straits Times)
Advertisement . Scroll to see content

KUALA LUMPUR, iNews.id - Kementerian Luar Negeri Malaysia akan mengirim surat resmi kepada Pemerintah India, berisi penjelasan bahwa pemerintah tak akan memulangkan ulama Zakir Naik ke negara asalnya. Zakir diketahui sudah menjadi warga tetap Malaysia.

Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah mengatakan dia akan berdiskusi dengan Jaksa Agung Tommy Thomas mengenai isi surat.

"Ada permintaan dari India dan Perdana Menteri (Mahathir Mohamad) telah menjelaskan mengapa kami tidak memulangkan (Zakir)," kata Saifuddin, dikutip dari The Star, Jumat (8/11/2019).

Dia menambahkan, saat bertemu dengan Menlu India S Jaishankar pekan lalu di Bangkok, Thailand, untuk menghadiri KTT ASEAN ke-35, mereka mengangkat isu ini.

Dari situ Jaishankar meminta kepada Saifuddin untuk mengirim surat resmi sebagai tanggapan dari Pemerintah Malaysia.

Nama Zakir Naik mengemuka di Malaysia setelah dia dituduh menghina komunitas Hindu India dan China saat menyampaikan ceramah. Zakir dilaporkan ke kepolisian Malaysia terkait pernyataan rasisme.

Kasus pertama terkait pernyataan Zakir yakni menuduh komunitas Hindu India di Malaysia lebih setia kepada Perdana Menteri Narendra Modi ketimbang Mohamad.

Kasus ini diklasifikasikan berdasarkan Pasal 504 KUHP (Malaysia) tentang penghinaan yang disengaja dengan maksud memprovokasi dan mengganggu suasana damai. Kasus lain terkait pernyataan Zakir dituduh ingin mengusir etnis China dari Malaysia.

Selain itu, polisi juga menyelidiki pernyataan yang dilontarkan oleh lima orang yang menyebabkan kemarahan publik terhadap Zakir.

Zakir membantah telah berbuat rasis. Dia menyebut ada pihak yang mencoba menafsirkan ceramahnya pada 3 Agustus 2019 di Kota Baru, Kelantan, itu di luar konteks.

"Meskipun sudah mengklarifikasi, saya merasa harus meminta maaf kepada semua orang yang merasa sakit hati atas kesalahpahaman ini. Saya tidak ingin ada di antara Anda yang menyimpan perasaan jelek terhadap saya," ujarnya, pada Agustus lalu.

"Saya tidak berniat membuat marah siapapun atau komunitas tertentu. Itu bertentangan dengan prinsip dasar Islam, dan saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus atas kesalahpahaman ini," katanya, dalam pernyataan.

Dia menambahkan, sudah menjadi misinya untuk menyebarkan kedamaian ke seluruh dunia. Namun dia menyesalkan ada pihak-pihak yang tidak suka dengan misinya itu dengan memfitnah dan mencegah.

"Seperti yang Anda perhatikan selama beberapa hari terakhir, saya dituduh menyebabkan perselisihan rasial di negara ini dan para pencela menggunakan kalimat di luar konteks dan menambahkannya dengan pemalsuan yang aneh di dalamnya," ujarnya.

Rasisme, tegas dia, merupakan kejahatan yang bertentangan dengan Islam.

Pria 54 tahun itu juga mengimbau kepada warga Malaysia, khususnya non-muslim, untuk mendengarkan isi ceramahnya secara keseluruhan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut