Zelensky Yakin Rusia Akan Perintahkan Mobilisasi Besar-Besaran Lawan Ukraina
KIEV, iNews.id - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, Rusia berencana akan mengerahkan lebih banyak pasukan untuk serangan besar terbaru. Moskow dikatakan akan mengerahkan wajib militer massal dan menutup perbatasan untuk mencegah pria kabur.
"Kami tidak ragu Rusia saat ini akan mengeluarkan semua yang mereka miliki dan semua orang yang dapat mereka kumpulkan untuk mencoba mengubah gelombang perang dan setidaknya menunda kekalahan mereka," kata Zelensky dalam pidato video malamnya, Selasa (3/1/2023).
Zelensky juga menekankan, pihaknya harus menggagalkan semua upaya Rusia.
"Setiap upaya ofensif baru mereka harus gagal," katanya.
Jelang Nataru, Polisi Awasi Mobilisasi Penumpang dan Barang di Pelabuhan Manado
Sementara itu, Putin pada bulan lalu mengatakan tidak perlu ada mobilisasi lebih lanjut. Tetapi pada Selasa lalu, sebuah kelompok kecil yang mengaku mewakili para janda tentara Rusia meminta Putin untuk memobilisasi jutaan orang untuk melawan Ukraina.
“Kami meminta Presiden kami, Vladimir Vladimirovich Putin, untuk mengizinkan Angkatan Darat Rusia melakukan mobilisasi skala besar,” ungkap kelompok patriotik yang menamai diri Janda Tentara Rusia itu dalam sebuah unggahan di aplikasi Telegram.
50.000 Prajurit Rusia Dimobilisasi Putin Kini Sudah Berada di Zona Tempur
Kelompok itu juga meminta presiden menutup perbatasan Rusia untuk memastikan kemenangan Moskow atas Kiev.
"Dan kami memiliki hak moral penuh untuk melakukan ini: suami kami mati melindungi orang-orang ini, tetapi siapa yang akan melindungi kami jika mereka melarikan diri?” kata mereka.
Segini Gaji Tentara Rusia yang Dimobilisasi Perang di Ukraina
Sayangnya Kremlin belum mengomentari seruan itu.
Sebelumnya, pada 21 September lalu, Putin mengeluarkan dekret yang berisi perintah mobilisasi parsial. Itu adalah mobilisasi militer pertama di Rusia sejak Perang Dunia Kedua. Pada waktu itu, ada sekitar 300.000 laki-laki yang direkrut militer Rusia untuk perang di Ukraina.
Rusia Akhiri Mobilisasi Militer Rekrut 300.000 Tentara, Putin Maklumi Ada Masalah di Awal
Editor: Umaya Khusniah