336 Kg Ganja dari Aceh Masuk Jakarta, Disembunyikan dalam Sofa
JAKARTA, iNews.id - Polda Metro Jaya menggagalkan pengiriman narkotika jenis ganja kering seberat 336 kilogram dari Aceh menuju Jakarta. Untuk mengelabui petugas, pelaku mengemas ganja dalam sofa dan mengirimkan menggunakan jasa kargo.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, kasus ini terendus saat seseorang dari Aceh mengirimkan sofa dua kali ke Jakarta pada 9 Mei 2020. Pengiriman menggunakan jasa angkutan barang atau kargo.
"Ganja ini dari Lhokseumawe, Aceh kemudian dikirim melalui kargo ke Jakarta yang memang di sana ada pengirim dan ada alamat penerima," kata Irjen Nana dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (12/6/2020).
Menurut Nana, kecurigaan bermula dari perusahaan kargo. Mereka lantas menghubungi penerima paket yang diketahui berinisial J. Ketika itu J mengaku sedang berada di luar kota dan akan mengambil paket tersebut pada lusa.
Merasa curiga, perusahaan kargo menghubungi Polres Metro Jakrta Timur. Polisi pun menghubungi penerima paket dan mengecek alamat penerima paket yang ternyata merupakan alamat fiktif.
"Sampai hari H, barang tersebut tidak diambil. Kami kemudian mengecek ke alamat yang bersangkutan di Cilandak Barat, Jakarta Selatan," ucap Nana.
Polisi turut curiga dengan sofa yang dikirimkan itu. Berdasarkan kecurigaan ini sofa pun dibongkar. Hasilnya, ditemukan 336 kg ganja kering.
Nana mengaku polisi masih memburu pengirim maupun penerima paket. Keduanya saat ini sudah tidak bisa dihubungi.
"Alamat penerima, J, palsu. Sampai satu bulan dia enggak ambil barang tersebut. Dalam hal ini kami terus upaya lidik atau pun pelacakan ke yang bersangkutan baik penerima atau pengirim," kata Nana.
Mantan kapolda Nusa Tenggara Barat ini menuturkan, dengan pengungkapan 336 kg ganja ini diperkirakan 1.000 orang dapat terselamatkan karena tidak mengonsumsi narkotika tersebut. Nana juga menyebut sindikat ini memanfaatkan situasi pandemi virus corona atau Covid-19 yang hingga saat ini masih terjadi di Indonesia.
"Mereka beranggapan polisi atau petugas lain sedang fokus ke penanganan Covid-19 sehingga memanfaatkan situasi," ucapnya.
Editor: Zen Teguh