4 Penumpang MRT Positif Corona, BIN Gelar Lagi Rapid Test di Stasiun Blok M
JAKARTA, iNews.id - Badan Intelijen Negara (BIN) berkoordinasi dengan BNPB menggelar tes cepat deteksi corona atau rapid test di Stasiun MRT Blok M, Jakarta Selatan hari ini, Jumat (8/5/2020). Sebanyak 500 alat tes disiapkan.
Selain itu BIN juga menyiagakan empat mobil laboratorium untuk menguji sampel dengan metode polymerase chain reaction atau PCR dalam waktu lima jam. Sebanyak tiga dokter, 15 perawat, dan delapan tenaga kesehatan lainnya dikerahkan dalam kegiatan ini.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan tes cepat dari BIN akan dilakukan setidaknya dua kali seminggu di wilayah Jakarta. Pemeriksaan dilakukan sebagai upaya deteksi awal kasus positif corona.
"Rapid test sebelumnya dilakukan di Stasiun MRT Dukuh Atas pada 6 Mei 2020, hasilnya ada empat penumpang dinyatakan positif melalui tes swab. Mereka langsung dibawa ke RS Darurat Penanganan Corona di Wisma Atlet Kemayoran," kata Raditya dalam keterangan tertulis yang diterima iNews.id, Jumat (8/5/2020).
Aturan Penumpang MRT Jakarta Gunakan Masker Efektif Berlaku 12 April 2020
Raditya mengatakan animo masyarakat untuk mengikuti tes corona cukup tinggi. Hal itu terbukti pada saat rapid test massal di Stasiun Dukuh Atas kemarin, 250 alat tes yang disediakan ternyata tidak cukup.
Oleh sebab itu BIN menyiapkan 500 alat tes pada pemeriksaan massal di Stasiun Blok M. Sementara itu empat mobil laboratorium yang dikerahkan memiliki kapasitas pemeriksaan sampai 1.248 sampel per hari.
Mobil laboratorium dilengkapi Bio Safety Cabinet (BSC), Thermo Scientific TSC Series (freezer) Thermomixer, Rotor-Gene Q, Centrifigue 5424 R, Mikropipet, dan wastafel cuci tangan.
Selain itu, petugas yang dikerahkan juga dilengkapi dengan helm monitoring suhu tubuh yg dapat langsung memantau suhu tubuh penumpang secara real time.
"Alur proses pemeriksaan massal dilakukan dengan melakukan pendaftaran dengan memberikan kartu registrasi kemudian dilakukan rapid test," kata Raditya.
Editor: Rizal Bomantama