5 Fakta Tujuh Suporter Persita Lempar Batu ke Bus Persis Solo, Nomor 4 Ungkap Motif Balas Dendam
JAKARTA, iNews.id - Polisi menetapkan 7 suporter Persita Tangerang sebagai tersangka kasus pelemparan batu ke bus Persis Solo di Jalan Raya Legok, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Adapun 7 tersangka tersebut yakni GR (18), HK (19), MR (23), IA (19), FS (21), MFM (22), dan DH (24).
Sebelum terjadi pelemparan, para pelaku sempat berkumpul. Setelah pertandingan, barulah mereka beraksi melakukan penyerangan di dekat pintu tol wilayah Kelapa Dua.
"Jadi sebelum melakukan penyerangan mereka sempat berkumpul yaitu ada 2 orang, yaitu MR dengan HK. Jadi memang sudah merencanakan kegiatan penyerangan," kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Faisal Febrianto, Senin (30/1/2023).
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman 5 tahun.
Berikut fakta-fakta suporter Persita Tangerang melempari batu ke bus Persis Solo :
1. Persita Kecam Aksi Suporter Lempari Bus Persis Solo, Janji Bantu Polisi Cari Provokator
Presiden Klub Persita Tangerang, Ahmed Rully Zulfikar mengutuk keras insiden pelemparan batu kepada bus tim Persis Solo dalam perjalanan pulang usai laga melawan Persita pekan ke-21 BRI Liga 1 musim 2022/2023. Rully juga meminta maaf terlebih ada tim official yang juga terluka.
“Kami tidak menolerir perbuatan kekerasan seperti itu dan atas nama Persita saya meminta maaf kepada tim Persis atas kejadian yang seharusnya tak terjadi ini,” ujar Ahmed dalam keterangan tertulis, pada Minggu (29/1/2022).
Akibat dari insiden tersebut, kaca bus pecah dan terdapat korban dari satu petugas official klub Persis yang mengalami luka ringan. Saat ini, Persita akan bekerja sama dengan polisi untuk mengidentifikasi para pelaku.
“Bersama dengan pihak kepolisian setempat kami akan bekerja sama untuk mengidentifikasi pelaku atau oknum tersebut,” ujarnya.
2. Persita Minta Maaf Bus Persis Solo Dilempar Batu, Sesalkan Perilaku Oknum Suporter
Presiden Klub Persita Tangerang, Ahmed Rully Zulfikar mengutuk keras insiden pelemparan batu kepada bus tim Persis Solo dalam perjalanan pulang usai laga melawan Persita pekan ke-21 BRI Liga 1 musim 2022/2023. Rully juga meminta maaf terlebih ada tim official yang juga terluka.
“Kami tidak mentolerir perbuatan kekerasan seperti itu dan atas nama Persita saya meminta maaf kepada tim Persis atas kejadian yang seharusnya tak terjadi ini,” ujar Presiden Klub dalam keterangan tertulis, pada Minggu (29/1/2022).
Akibat dari insiden tersebut, kaca bus pecah dan terdapat korban dari satu petugas official klub Persis yang mengalami luka ringan. Saat ini, pihak Persita akan bekerja sama dengan polisi untuk mengidentifikasi para pelaku.
3. Dilarang Nonton Pertandingan Seumur Hidup
Tujuh suporter Persita yang menjadi pelaku pelemparan batu ke bus Persis Solo akan dilarang seumur hidup menonton pertama bola di stadion Indomilk Arena. Langkah ini diambil sebagai sanksi tegas pada suporter yang melakukan tindakan anarkis usai pertandingan bola.
"Kita sudah berikan hukuman ke pelaku, dengan melarang masuk stadion seumur hidup, dan pajang foto mereka di area stadion sebagai pelaku pelemparan," ujar Panitia Pelaksana Officer Persita Tangerang, Tommy Kurniawan di Mapolres Tangsel, Senin (30/1/2022).
Para pelaku tak hanya dilarang menonton pertandingan bola di Stadion Indomilk Arena Tangerang. Panitia pelaksana juga akan merekomendasikan ketujuh pelaku kepada tim Liga 1 agar diblacklist atau dilarang menonton di stadion manapun.
"Untuk sementara kita melakukan larangan di Stadion Indomilk dulu, kedepan kita koordinaai dengan tim Liga 1 untuk berikan info terkait para tersangka ini direkomendasikan, larangan nonton di stadion seluruh Indonesia," ujarnya.
4. Motif Balas Dendam
Polisi menetapkan 7 suporter Persita Tangerang sebagai tersangka kasus pelemparan batu ke bus Persis Solo di Jalan Raya Legok, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Dari hasil pemeriksaan, motif para tersangka balas dendam.
Adapun 7 tersangka tersebut yakni GR (18), HK (19), MR (23), IA (19), FS (21), MFM (22), dan DH (24).
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Faisal Febrianto mengatakan mereka balas dendam karena saat pertandingan di Solo, suporter Persis melakukan sweeping kepada pendukung Persita.
"Motif dari pelemparan ini adalah terkait balas dendam dari suporter Persita. Pada waktu Persita bertandang di Solo ada sweeping dari suporter Persis Solo," katanya di Mapolres Tangsel, Senin (30/1/2023).
5. Polisi Evaluasi Izin Pertandingan di Stadion Indomilk
Polisi akan mengevaluasi ulang izin pertandingan di Indomilk Arena Stadium, Tangerang. Sebelumnya terjadi aksi pelemparan batu yang dilakukan oleh oknum suporter Persita ke bus Persis Solo pada Sabtu, 28 Januari 2023.
"Itu akan jadi evaluasi ke depannya, apakah layak dilakukan di wilayah kita," tutur Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Faisal Febrianto, Senin (30/1/2023).
Faisal melanjutkan, jika memang dirasa tidak layak dan akan memicu terjadinya insiden serupa setelah pertandingan, maka Polres Tangerang Selatan tidak akan memberikan izin melakukan pertandingan di wilayah tersebut.
"Kalau memang tidak layak, kita rekomendasi mainnya di luar wilayah," tegasnya.
Editor: Faieq Hidayat