6 Tahun Direhabilitasi, Jono dan Budi Dilepas ke Hutan Liar Kalimantan

Miftahul Ghani, Wildan Catra Mulia ยท Jumat, 20 April 2018 - 10:30 WIB
6 Tahun Direhabilitasi, Jono dan Budi Dilepas ke Hutan Liar Kalimantan

Jono saat menjalani rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa di Kalideres. (Foto: iNews)

JAKARTA,iNews.id – Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) akan melepas dua spesies, yakni orang utan dan beruang madu ke habitatnya di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Orang utan dan beruang madu tersebut hasil sitaan Polda Metro Jaya dan penyerahan sukarela dari warga.

Direktur KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wiratno mengatakan, pelepasan liar orang utan dan beruang madu ke habitan itu setelah mendapat rekomendasi dari tim dokter. Hasil pemeriksaan kesehatan tidak ada penyakit berbahaya.

“Menurut dokter siap dikembalikan ke habitat, tetapi tetap dimonitor selama beberapa tahun ke depan,” kata Wiratno, Jumat (20/4/2018).

Monitoring kedua spesies itu bisa menggunakan alat pelacak untuk mengumpulkan data-data kondisi terkini. Alat mengirimkan data melalui satelit ke server dan baru diunduh. Alat satellite tracking menggunakan tenaga surya sehingga dapat bertahan lama hingga dua sampai tiga tahun selama mendapat sinar matahari cukup.

Menurut Wiratno, Satwa langka jenis orang utan dengan nama latin pongo pygmaeus ini diperoleh dari sukarela warga. Sementara beruang madu bernama latin helarctos malayanus tersebut hasil sitaan Polda Metro Jaya.

“Kedua hewan tersebut masuk dalam kategori spesies yang dilindungi merujuk kepada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem,” paparnya.

Orang utan yang diberi nama Jono dan beruang madu bernama Budi itu telah menjalani rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, selama kurang lebih enam tahun. Rencananya, Jono dan Budi akan diserahkan ke orang utan foundation internasional yang berada di Waringin Barat, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, pekan depan.

Editor : Khoiril Tri Hatnanto