Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pegawai RSPAU Dibunuh di Bekasi, Pelaku Diduga Ingin Rampas Harta Korban
Advertisement . Scroll to see content

611 Sekolah SD di Bekasi Belajar Tatap Muka, Siswa Wajib Diantar Jemput

Senin, 06 September 2021 - 10:21:00 WIB
611 Sekolah SD di Bekasi Belajar Tatap Muka, Siswa Wajib Diantar Jemput
Sebanyak 611 sekolah SD negeri maupun swasta menggelar proses pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan secara ketat. (Foto Antara).
Advertisement . Scroll to see content

BEKASI, iNews.id – Ratusan sekolah tingkat dasar (SD) mulai melakukan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di wilayah Kota Bekasi pada Senin (6/9/2021). Dinas Pendidikan Kota Bekasi mencatat sebanyak 611 sekolah SD negeri maupun swasta menggelar proses pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan secara ketat.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Krisman Irwandi mengatakan, sebanyak 611 SD melaksanakan uji coba tatap muka. Adapun rincianya, 356 SD Negeri, dan sebanyak 255 lainnya merupakan SD Swasta.

”Mulai hari ini tatap muka dengan protokol kesehatan secara ketat, alhamdulillah berjalan sukses,” katanya, Senin (6/9). 

Pemerintah Kota Bekasi telah menerbitkan Surat Edaran nomor 420 / 6378/ Setda. TU Tentang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Bekasi. Di dalamnya terdapat hal- hal yang harus diperhatikan dan kegiatan utama yang harus diterapkan secara disiplin oleh satuan pendidikan (sekolah) sesuai dengan protokol kesehatan.

Menurut dia, proses pembelajaran tatap muka berjalan baik di segi pelaksanaannya, pihaknya juga menghimbau baik kepada orang tua wali murid atau manajemen sekolah agar turut serta memperhatikan betul aktivitas dari para siswa agar terhindar dari  penyebaaran Kasus Covid-19.

”Anak wajib diantar jemput,” ucapnya.

Saat pulang sekolah anak didik tak berkumpul-kumpul di satu tempat melainkan kembali ke rumah masing-masing. Pengawasan ini, juga akan melibatkan personel Satpol PP hingga TNI dan Polri.

”Jadi tetap diawasi agar penyebaran anak maupun guru bisa terhindar dari penyebaran wabah corona,” tegasnya.

Untuk proses pembelajaran tatap muka akan dilakukan sesuai urutan absensi siswa dan bagi siswa yang akan melakukan proses pembelajaran dimulai dari kelas 4,5,6.

”Siswa masuk itu sesuai absensi, misal untuk besok absen 1 - 16 akan melakukan proses pembelajaran dan untuk absen 17 - sisanya akan melakukan proses pembelajaran dihari esok,” katanya.

Editor: Faieq Hidayat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut