Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pramono Anung Pastikan Hadir di Stadion saat Persija vs Persib, tapi...
Advertisement . Scroll to see content

6.500 Km Kabel Semrawut bakal Masuk Bawah Tanah, Pramono: Wajah Jakarta akan Sangat Berbeda

Kamis, 10 September 2026 - 14:51:00 WIB
6.500 Km Kabel Semrawut bakal Masuk Bawah Tanah, Pramono: Wajah Jakarta akan Sangat Berbeda
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai wajah Jakarta akan berbeda saat kabel masuk bawah tanah. (Foto: Yuwantoro Winduajie)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kabel utilitas sepajanjang 6.500 km di Jakarta akan dipindahkan ke bawah tanah dalam lima tahun ke depan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut langkah itu akan membuat kondisi ibu kota jadi berbeda.

"Saya terus terang mem-planning-kan dalam 5 tahun semua kabel-kabel yang ada di permukaan itu bisa diturunkan. Dan kalau itu bisa diturunkan, maka wajah Jakarta pasti akan sangat berbeda," kata Pramono saat meninjau pembangunan SJUT di Jalan Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).

Menurut Pramono, Pemprov DKI sudah memiliki payung hukum untuk mempercepat penataan utilitas melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2025 tentang penataan sarana jaringan utilitas terpadu.

Untuk tahap saat ini, kabel komunikasi menjadi jaringan yang dapat dipindahkan ke bawah tanah. Sementara kabel listrik masih membutuhkan persiapan dan waktu lebih panjang.

"Memang yang sekarang ini yang sudah bisa diturunkan adalah kabel-kabel yang berkaitan dengan komunikasi. Sedangkan kabel yang berkaitan dengan listrik masih memerlukan waktu," ujarnya.

Eks Sekretaris Kabinet ini mengakui target lima tahun bukan pekerjaan ringan. Sebab, jaringan utilitas yang harus ditata mencapai sekitar 6.500 kilometer.

"Apakah 5 tahun itu bisa atau tidak? Karena memerlukan kurang lebih 6.500 km yang harus ditangani. Tetapi kalau ini ditangani secara total artinya tidak hanya bergantung pada Bina Marga saja, saya yakin itu bisa dilakukan," ucapnya.

Untuk mengejar target tersebut, Pemprov DKI akan melibatkan sektor swasta dalam pembangunan SJUT. Pramono menilai proyek ini memiliki potensi bisnis sehingga dapat dikerjakan secara bersama-sama oleh berbagai pemangku kepentingan.

"Maka keterlibatan swasta sangat diperlukan untuk ini secara bersama-sama karena payung hukumnya sudah ada. Kami meyakini secara bisnis juga menarik. Sehingga dengan demikian penurunan kabel ini bisa menjadi gerakan bersama yang dilakukan oleh seluruh stakeholder yang ada di Jakarta ini," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan anggaran pembangunan SJUT pada tahun ini mencapai Rp90 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membangun jaringan sepanjang 16,9 kilometer di sejumlah ruas jalan.

"Anggaran kami untuk membangun SJUT ini adalah Rp90 miliar," ujar Heru.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut