Ada Kampung Bebas Asap Rokok di Jakarta Utara, Begini Reaksi Dinas LH

Wildan Catra Mulia ยท Rabu, 13 Februari 2019 - 11:59 WIB
Ada Kampung Bebas Asap Rokok di Jakarta Utara, Begini Reaksi Dinas LH

Ilustrasi rokok. (Foto: Dok)

JAKARTA, iNews.id - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta Isnawa Adji menyambut positif penerepan aturan bebas asap rokok di Kampung Berseri yang terletak di RT 013 RW 01, Kelurahan Sunter Jaya, Jakarta Utara.

Dia mengaku kawasan bebas rokok yang diterapakan di Kampung Berseri itu merupakan peraturan kampung yang diinisiasi pejabat-pejabat kawasan itu sendiri. Sehingga peraturan tersebut lebih hasil dari musyawarah warga sekitar.

"Bagus itu. Kita sangat senanglah dan pastinya mendukung apabila ada kampung-kampung yang memang memberikan aturan lokal tentang pengendalian rokok. Kita sangat menyambut baik jika seandainya di setiap kelurahan ada kawasan bebas asap rokok seperti kampung itu ya," kata Isnawa saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

BACA JUGA:

Bamsoet Minta Pemerintah Perbanyak Kawasan Tanpa Asap Rokok

DPRD Jabar: Perda Kawasan Tanpa Rokok Merujuk ke PP 109 Tahun 2012

Optimalkan Aturan Larangan Merokok, Dinkes Bandung Pantau 1.700 KTR

Dia berharap agar kampung-kampung lain juga bisa menerapkan aturan yang sama. Meski diakui Isnawa asap Rokok tak berpengaruh signifikan terhadap polusi udara di Ibu kota.

Walaupun begitu, Isnawa mengatakan, pihaknya sangat mendukung hal tersebut karena berimbas langsung pada kesehatan masyarakatnya. Apalagi di kawasan itu, dia menambahkan, banyak anak-anak usia sekolah dan ibu hamil.

"Itu sangat bagus, lagi juga kan di kampung-kampung itu pasti banyak anak-anak kecil atau ibu hamil yang katanya jika ada perokok itu berbahaya. Artinya kualitas kesehatan di situ bisa lebih membaik dong," ujarnya.

Saat ini Pemerintah Pemprov DKI Jakarta juga menerapkan aturan bebas merokok di tempat-tempat umum seperti tempat perbelanjaan ataupun kawasan umum lainya. Isnawa mengatakan, aturan ini nantinya bakal dikembangkan ke pemukiman-pemukiman warga sebagaimana yang diterapakan di kampung berseri.

Sejak aturan diberlakukan di Kampung Berseri, perokok aktif di wilayah tersebut berkurang drastis. Bahkan, saat ini hanya tersisa 35 persen dari total warga yang berjumlah sekitar 500 orang.

"Kita sebenarnya sudah punya program namanya Kampung Iklim. Ada juga lomba rumah sehat. Tidak hanya masalah ketertiban masyarakat, tetapi juga peduli pada aspek lingkungan termasuk larangan merokok. Itukan juga bagian dari mengedukasi masyarakat untuk tidak merokok di sekitar tempat tinggalnya," kata Isnawa.


Editor : Djibril Muhammad