Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pesan Perdamaian Menggema di Konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur
Advertisement . Scroll to see content

Andrea Bocelli Bakal Konser di Jakarta meski Tuai Polemik, Ini Respons Pramono

Senin, 02 November 2026 - 12:34:00 WIB
Andrea Bocelli Bakal Konser di Jakarta meski Tuai Polemik, Ini Respons Pramono
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Danandaya Arya Putra)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara terkait kritik sejumlah pihak terhadap rencana konser penyanyi opera Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 3 November 2026. Pramono menegaskan, promotor telah mengantongi izin dari sejumlah instansi terkait untuk menyelenggarakan konser tersebut.

"Konser Andrea Bocelli ini ada dua kegiatan, yang satu di Borobudur, yang satu di Jakarta. Promotor telah mengantongi izin dan izinnya dari kementerian, dari Kementerian Pariwisata, Kepolisian RI, kemudian Kebudayaan, Imigrasi, dan pengelola venue," ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (2/11/2026).

Pramono mengaku tidak pernah memberikan pernyataan terkait konser tersebut. Namun, setelah pelaksanaannya menjadi perbincangan publik, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memilih mengikuti keputusan pemerintah pusat.

"Saya sendiri terus terang kalau Saudara-saudara perhatikan, saya hampir enggak pernah memberikan statement tentang konser ini, sama sekali enggak pernah," kata dia.

"Ketika sudah mulai muncul di ruang publik, tentunya Pemerintah DKI Jakarta mengikuti apa yang menjadi keputusan pemerintah pusat," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Ahmad Shabri Lubis mengkritik rencana konser tersebut. Dia menyoroti rekam jejak Andrea Bocelli yang disebut menunjukkan dukungan dan simpati terhadap Israel.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebelumnya menyoroti kehadiran Bocelli dalam acara penggalangan donasi untuk tentara Israel Defense Forces (IDF) pada 2010. MUI menilai kehadiran pihak yang dianggap mendukung tindakan genosida dan penjajahan bertentangan dengan nilai-nilai konstitusi serta semangat antipenjajahan yang dijunjung bangsa Indonesia.

"Jadi, kita ini sekarang sudah jelas orang Indonesia ini anti-penjajahan, anti-Israel. Terus dihadirkan orang-orang yang pendukung terhadap genosida, pendukung terhadap penjajahan. Ini kan namanya memprovokasi kita," ujar Ahmad Shabri di Plaza Selatan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (1/11/2026).

Shabri menilai pembiaran terhadap konser tersebut berpotensi memicu provokasi dan mengadu domba masyarakat dengan pemerintah. Dia mendesak Pemprov DKI Jakarta dan pemerintah pusat lebih peka terhadap aspirasi publik serta pandangan keagamaan yang telah disampaikan MUI.

"Ini masalah kehormatan dan kedaulatan bangsa. Kalau masyarakat Indonesia tidak terima, tentu ada desakan kuat agar kegiatan tersebut dibatalkan," tegasnya.

Dia juga menyatakan tidak menutup kemungkinan adanya aksi massa apabila pemerintah tetap mengizinkan konser Andrea Bocelli berlangsung di Jakarta.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut