Anies Akui Data Penerima Bansos Bermasalah: Yang Mengatakan Butuh Jauh Lebih Banyak

Felldy Utama ยท Rabu, 22 April 2020 - 18:43 WIB
Anies Akui Data Penerima Bansos Bermasalah: Yang Mengatakan Butuh Jauh Lebih Banyak

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan pers mengenai PSBB di Balai Kota Jakarta, Rabu (8/4/2020). (Foto: iNews).

JAKARTA, iNews.id - Penyaluran bantuan sosial (bansos) di sejumlah wilayah di DKI Jakarta bermasalah. Banyak warga yang protes karena masuk dalam kategori miskin tidak mendapat bantuan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui data penerima bansos merupakan data lama. Dia mengatakan, virus Corona atau Covid-19 menyebabkan warga yang sejatinya tidak tergolong miskin kini membutuhkan.

"Yang mengatakan butuh jauh lebih banyak daripada yang ada di lapangan. Kenapa itu terjadi? Karena banyak tidak memiliki pekerjaan, banyak yang warungnya tutup," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (21/4/2020).

Anies mengatakan pendataan by name dan by address memang perlu dikoreksi. Dia menyebut Ketua RW bisa melakukan distribusi ulang dengan membuat berita acara.

"Intinya kita ingin membantu semua dengan data yang sudah ada bertahun-tahun," kata Anies.

Dia mengatakan cek lapangan sebelum memberi bantuan akan memakan waktu. Mantan Rektor Paramadina ini memilih untuk terus menyalurkan bansos sambil melakukan evaluasi.

"Daripada dibalik cek dulu ke lapangan, nanti bantuan nggak sampai sesegera mungkin," kata Anies.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq