Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Super Flu Subclade K Mulai Menyerang Jakarta? Ini Faktanya!
Advertisement . Scroll to see content

Anies: Masyarakat Ekonomi Rendah Bayar Mahal Air Bersih sebelum Ada Subsidi

Rabu, 01 September 2021 - 17:41:00 WIB
Anies: Masyarakat Ekonomi Rendah Bayar Mahal Air Bersih sebelum Ada Subsidi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan subsidi air bersih harus memberikan keadilan bagi masyarakat ekonomi lemah. (Foto: MPI/Jonathan Nalom)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan masyarakat dengan ekonomi lemah kesulitan mengakses air bersih dengan harga terjangkau sebelum adanya subsidi. Sedangkan untuk masyarakat berekonomi relatif tinggi justru mendapatkan kemudahan dalam akses air bersih. 

Dia memberi contoh keluarga sederhana di Kepulauan Seribu harus mengeluarkan Rp32.000 per meter kubik. Kini masyarakat cukup membayar Rp3.500 per meter kubik air bersih setelah disubsidi Pemprov DKI Jakarta.

“Begitu juga dengan keluarga Jakarta di daratan ketika membeli air di gerobak keliling itu harga membayar Rp70.000 per meter kubik, kira-kira satu bulan mengeluarkan Rp600.000 untuk konsumsi air bersih,” kata Anies di Jakarta, Rabu (1/9/2021).

Anies menyebut, masyarakat yang memiliki akses PAM membayar tarif air yang relatif terjangkau daripada membeli air di gerobak keliling. 

“Nah sekarang dengan ada kios air PAM warga yang dulunya harus keluar uang Rp600.000-Rp700.000 per bulan sekarang cukup keluar uang Rp125.000 per bulan karena harga per meter kubik hanya Rp3.550,” ucapnya.

Anies mengatakan pemerintah harus berkomitmen dalam penyediaan akses air bersih bagi kepentingan masyarakat. Bukan untuk kepentingan komersial atau keuntungan finansial pihak tertentu.

“Jakarta adalah satu satunya kota yang dilalui 13 sungai karena itulah penting bagi kita semua secara serius memikirkan hak dasar warga jadi pesan saya pada PAM dan SDA untuk urusan air, hal yang mendasar seperti ini diperlukan kemauan dan kemampuan untuk memberikan layanan yang lengkap dan bicara air dan manfaat bukan keuntungan finansial komersial karena ini kebutuhan dasar bagi sebuah masyarakat, dan tanggung jawab dalam menyediakan air bersih adalah amanat konstitusial,” ujarnya.

Pemprov DKI Jakarta menurut Anies berkomitmen secara bertahap dan terus meningkatkan pelayanan guna memastikan seluruh lapisan masyarakt dapat akses air bersih, khususnya bagi masyarakat dengan ekonomi relatif rendah.

“Yang paling kesulitan mendapat air bersih yaitu dua tempat, satu Kepulauan Seribu, kedua daerah yang belum ada jaringan perpipaan. Di dua tempat itu kami hadir memberikan layanan air bersih bersubsidi, kios air PAM dengan harga yang terjangkau,” katanya.

Anies memaparkan bantuan subsidi air bersih bagi masyarakat ekonomi rendah akan menekan biaya pengeluaran.

“Ini memiliki dampak yang cukup besar, biaya hidup turun, mereka tidak harus mengeluarkan uang ekstra untuk air bersih itu menjadi kebutuhan dasar bagi keluarga yang membutuhkan air bersih,” tuturnya.

Anies mengatakan terdapat Pergub untuk memastikan adanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Jakarta tanpa pandang strata ekonomi.

“Di samping itu semua ada 3 peraturan gubernur yaitu Pergub Nomor 16 Tahun 2020, Pergub Nomor 45 Tahun 2021, Pergub Nomor 52 Tahun 2021, dan revisi Pergub Nomor 47 Tahun 2021. Subsidi kemudian SWRO dan kios air ini solusi jangka pendek bukan permanen, kita harus pikirkan solusi permanen yang sustainable yakni jaringan perpipaan dan pemanfaatan sumber daya air, pengelolaan limbah sehingga jadi sumber berkelanjutan,” ujar Anies.

Anies mengatakan subsidi, SWRO, dan kios air merupakan strategi jangka pendek yang penting. Kendati demikian Pemprov DKI Jakarta akan berupaya untuk optimalisasi jangka panjang seperti pemerataan perpipaan yang berkelanjutan.

“Tapi jangka pendek subsidi itu penting, subsidi adalah komitmen pemerintahnya jalurnya untuk kepulan pakai SWRO untuk kawasan padat penduduk menggunakan kios air. Jangka panjang perpipaan merata dan pemanfaatan sumber air baku,” ucapnya.

Anies berharap agar seluruh warga DKI jakarta khususnya masyarakat berpendapatan rendah dapat akses air bersih dengan mudah dan terjangkau.

“Insya Allah seluruh warga jakarta bisa dapat akses air bersih terjangkau,” katanya.

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut