Anies Pamerkan Program Sekolah Kolaborasi, Apa itu?
JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mempamerkan program sekolah kolaborasi lewat akun Instagramnya. Program ini dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.
"Apa itu sekolah kolaborasi? Sekolah kolaborasi merupakan wadah bagi harmonisasi sekolah negeri dan swasta dalam mewujudkan pendidikan tuntun tuntas berkualitas," kata Anies dalam akun Instagram miliknya, Kamis (1/4/2021).
Sekolah kolaborasi, kata Anies, bertujuan memberikan kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan berkualitas.
"Kolaborasi antara pemerintah dengan sekolah swasta untuk memastikan penyediaan layanan pendidikan berkualitas; mendorong kerjasama antar sekolah berbagi fasilitas dan kompetensi, serta membangun semangat kegotongroyongan," katanya.
Anies Tawari Pianis Muda yang Pecahkan Rekor Dunia Masuk SMA Unggulan Jakarta
Ruang lingkup sekolah kolaborasi sebagai berikut:
1. Pertukaran pengetahuan tentang pendekatan pembelajaran, manajemen kelas dan pengembangan konten mata pelajaran dari guru mata pelajaran.
2. Pertukaran pengetahuan dalam pengelolaan sekolah perencanaan dan penganggaran dan manajemen berbasis sekolah lainnya.
3. Pertukaran akses terhadap fasilitas pelajaran termasuk untuk sumber belajar laboratorium maupun sarana olahraga
Adapun sekolah piloting ada 21 pasang sekolah yang terdiri atas 10 SMP Negeri 10 SMP swasta dan 10 SMA Swasta dan 11 SMA swasta.
"Target 2021 penambahan sekolah piloting jenjang SMP dan SMA sebanyak 40 pasang terbentuknya piloting sekolah kolaborasi untuk SMK sebanyak 10 sekolah induk dan 30 sekolah Mitra," kata Anies.
Bentuk kegiatan Jaksa masuk sekolah di SMP Negeri 75 dan SMPS Al-Huda Jakarta bertujuan memberikan arahan kepada peserta didik selaku pemuda-pemudi. Tujuannya menjadi pribadi yang taat pada hukum dan peraturan yang berlaku kategori kolaborasi kolaborasi pengembangan siswa Adapun peserta kegiatan sebanyak 100 peserta didik dan guru.
Bentuk kegiatan pembuatan pos dan proposal ujian sekolah di SMPN 11 dan SMPS PGRI 3 Jakarta bertujuan membuat pos ujian sekolah sesuai dengan juknis dan sesuai dengan konteks sekolah.
Selanjutnya ada pelatihan pembuatan katalog buku perpustakaan oleh SMPN 283 dan SMPS Alfatiya. Tujuannya memahami pembuatan katalog buku perpustakaan yang sesuai dengan dewey.
Editor: Faieq Hidayat