Anies Siapkan Sanksi Jika Ada yang Nekat Gelar Salat Id di Masjid dan Lapangan

Rizki Maulana ยท Jumat, 22 Mei 2020 - 19:25 WIB
Anies Siapkan Sanksi Jika Ada yang Nekat Gelar Salat Id di Masjid dan Lapangan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan pers terkait virus korona di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (2/3/2020). (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia).

JAKARTA, iNews.id - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta baru akan berakhir pada 4 Juni 2020. Semua warga diminta beribadah di rumah selama Idul Fitri.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan jajarannya akan memantau kegiatan warga. Dia memastikan akan ada sanksi jika warga nekat menggelar salat Idul Fitri di masjid atau lapangan.

"Banyak diantara kita yang sudah terpapar covid tidak bergejala, akrena itu tidak ada keluhan bukan berarti aman, jajaran Pemprov bukan hanya memantau tempat ibadah, semua bisa ditegur, semua dikenakan sanksi. Karena jelas aturannya, semua kegiatan yang mengumpulkan banyak orang tidak diizinkan," kata Anies kepada wartawan, Jumat (22/5/2020).

Dia mengatakan larangan mudik juga masih belum dicabut. Dia mengingatkan adanya gelombang kedua dari pandemi virus Corona.

"Kita minta untuk tertib, pertama mengenai mudik, pembatasan dilakukan, bila terjadi arus mudik dan arus balik. Potensi terjadinya gelombang kedua sangat besar. Karena itu jangan mengambil sikap yang tidak mementingkan kepentingan orang banyak," ucapnya.

Mantan Rektor Universitas Paramadina ini juga mengatakan tidak ada wilyah yang aman dari paparan virus Corona. Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) merupakan satu kesatuan.

"Bila ada yang bertanya apakah ada kampung hijau, kampung kuning, kampung merah, sesungguhnya Jakarta adalah 1 kesatuan. Jakarta, Jabodetabek, masih merupakan satu kesatuan episenter di dalam penanganan wabah COvid-19. Karena itu tidak ada wilayah di sini yg bisa dikatakan kuning, hijau, merah dalam kaitan dengan aman atau tidak. Semua kawasan sebagai satu kesatuan," katanya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq