Antisipasi Korona, Layanan MRT hingga TransJakarta Dikurangi

Okezone, Wildan Catra Mulia ยท Minggu, 15 Maret 2020 - 18:36 WIB
Antisipasi Korona, Layanan MRT hingga TransJakarta Dikurangi

Sejumlah Transjakarta di Depo PPD F Klender, Jakarta Timur. (Foto: ANTARA)

JAKARTA, iNews.id – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memutuskan untuk mengurangi kapasitas dan pelayanan transportasi umum mulai Senin (16/3/2020) besok. Transportasi umum yang dipangkas itu adalah Moda Raya Terpadu (MRT), Lintas Rel Terpadu (LRT), dan Transjakarta.

Anies menuturkan, kebijakan tersebut bertujuan untuk mengurangi potensi interaksi antarwarga yang dekat dengan potensi penularan virus korona (COVID-19). “Ini semua dilakukan seiring dengan arahan kita untuk penduduk Jakarta mengurangi kegiatan secara signifikan di luar rumah,” ujar Anies di Jakarta.

MRT yang semula beroperasi 16 rangkaian diubah menjadi empat rangkaian sehari. “Jadi jadwal MRT yang semula keberangkatan setiap 5 sampai 10 menit, nanti akan menjadi setiap 20 menit,” kata Anies dalam di Jakarta, Minggu (15/3/2020).

“Rangkaian MRT yang setiap hari beroprasi sebanyak 16 rangkaian, akan berubah menjadi jadi empat rangkaian. Waktu operasi yang semula pukul 05.00 WIB sampai 24.00 WIB. Sekarang hanya jam 06.00 WIB pagi sampai pukul 18.00 WIB,” ucapnya.

Anies juga menekankan, transportasi umum akan dibatasi waktu operasionalnya hanya sampai pukul 18.00 WIB. “Waktunya yang semula jam 5 pagi sampai jam 24, sekarang berubah hanya jam 6 pagi sampai jam 6 sore,” ungkap Anies.

Tak hanya membatasi jam layanan, Pemprov DKI juga mengurangi rute Transjakarta mulai besok. Bus yang saat ini melayani 248 rute itu akan dikurangi secara signifikan menjadi cuma 13 rute.
"Transjakarta yang beroperasi dan keberangkatan hanya setiap 20 menit," kata Anies.

Pemprov DKI juga akan membatasi jumlah penumpang yang masuk ke setiap tempat menunggu penumpang seperti halte dan stasiun. Pembatasan ini telah disesuaikan dengan kondisi kebijakan-kebijakan yang sebelumnya diterapkan seperti kebijakan belajar di rumah hingga kebijakan kerja dari jarak jauh.

Editor : Ahmad Islamy Jamil