Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemulihan Pascabencana Aceh, Fasilitas Umum di 16 Desa Dibersihkan dari Materiel Banjir
Advertisement . Scroll to see content

Antisipasi Skenario Terburuk Banjir, BPBD Jakarta Siapkan 403 Lokasi Pengungsian

Sabtu, 07 November 2026 - 22:01:00 WIB
Antisipasi Skenario Terburuk Banjir, BPBD Jakarta Siapkan 403 Lokasi Pengungsian
BPBD Jakarta menyiapkan 403 lokasi pengungsian untuk mengantisipasi banjir (Dok. Pemprov Jakarta)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta menyiapkan 403 lokasi pengungsian untuk mengantisipasi banjir saat puncak musim hujan pada Februari 2027. Langkah ini dilakukan untuk menghadapi kemungkinan atau skenario terburuk hujan ekstrem dalam waktu lama yang disertai kiriman air dari hulu sungai dan pasang air laut.

Kepala Satuan Pelaksana (Satlak) BPBD Jakarta, Marulitua Sijabat mengatakan, Pemerintah Provinsi Jakarta telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk menghadapi potensi bencana tersebut. Koordinasi dilakukan bersama TNI, Polri dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Termasuk koordinasi lintas sektor di jajaran pemerintah daerah telah dilakukan sebagai antisipasi situasi bencana saat puncak musim penghujan," katanya, dikutip dari keterangan Pemprov Jakarta, Sabtu (7/11/2026).

Maruli menjelaskan, curah hujan pada Februari 2027 diperkirakan sangat tinggi dan berpotensi ekstrem. Kondisi tersebut dapat berlangsung dalam waktu lama sehingga meningkatkan risiko genangan hingga banjir di sejumlah wilayah Jakarta.

Berdasarkan hasil pemetaan BPBD, terdapat 200 RW di Jakarta yang masuk kategori rawan genangan dan banjir. Wilayah tersebut tersebar di sejumlah kawasan, antara lain Cawang, Cililitan, Kampung Melayu dan Rawa Buaya.

Untuk mengurangi risiko banjir, Gubernur Jakarta Pramono Anung telah memerintahkan jajarannya melakukan berbagai langkah mitigasi. Upaya tersebut meliputi sosialisasi kepada masyarakat, pembenahan infrastruktur sumber daya air (SDA), serta pengurasan saluran. Camat dan lurah juga diminta menggerakkan warga untuk membersihkan saluran air dan lingkungan masing-masing.

BPBD turut menyiapkan berbagai peralatan penanganan bencana, seperti perahu karet, tenda pengungsian, toilet mobile, lampu penerangan dan tenda posko beserta perlengkapannya. Sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) juga diaktifkan untuk menyampaikan informasi potensi bencana kepada warga. Pemberitahuan juga dilakukan melalui SMS blast dan televisi digital berdasarkan informasi cuaca dari BMKG.

Maruli menambahkan, petugas gabungan dan peralatan pendukung akan dikerahkan lebih dekat ke wilayah rawan sebelum banjir terjadi jika ada peringatan dini.

"Sebanyak 403 lokasi pengungsian sudah kami siagakan. Mereka juga sudah berkoordinasi secara teknis operasional di lapangan," katanya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut