Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BNPB: Banjir Dominasi Bencana 21–22 Februari, Ratusan Warga Terdampak
Advertisement . Scroll to see content

Banjir Mereda, Ratusan Warga di Bekasi Datangi Toko Miras dan Tempat Karaoke

Jumat, 03 Januari 2020 - 05:27:00 WIB
Banjir Mereda, Ratusan Warga di Bekasi Datangi Toko Miras dan Tempat Karaoke
Ratusan warga berkumpul di tempat karaoke dan penjualan minuman keras (miras) di Perumahan Mutiara Gading Timur, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/1/2020) malam. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

BEKASI, iNews.id - Banjir besar yang melanda Perumahan Mutiara Gading Timur, Bekasi, Jawa Barat, sejak Rabu (1/1/2020) lalu, baru saja surut Kamis (2/1/2020). Tak lama berselang setelah musibah banjir mereda, ratusan warga langsung berkumpul di tempat karaoke dan penjualan minuman keras (miras) yang terdapat di kawasan itu. 

Mereka berunjuk rasa, menuntut agar tempat maksiat itu segera ditutup. Demonstrasi massa itu berlangsung sejak malam hingga dini hari tadi. 

Pantauan pada pukul 22.00 WIB di Kompleks Ruko Palazzo, Mutiara Gading Timur, ratusan warga menyuarakan keresahan yang mereka rasakan. Mereka menolak penjualan miras di Toko Sarinah, depan usaha karaoke di kompleks tersebut.  

Penolakan masyarakat sudah terjadi selama beberapa pekan ini. Sementara, usaha tempat hiburan berkedok karaoke keluarga itu sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu. Sebut saja Karaoke Pastel yang usianya sudah cukup lama, lalu disusul oleh tempat-tempat usaha sejenis yang terus menjamur di lokasi itu.  

Masyarakat setempat menjadi gerah lantaran tempat maksiat itu berada di dalam lingkungan perumahan, tepatnya Blok L Mutiara Gading Timur. Sementara, keberadaan bisnis sehat di kawasan itu sebenarnya sudah ramai, mulai dari aneka kuliner, busana, dan kedai kopi.  

Tidak adanya ketegasan dari pihak terkait membuat usaha karaoke juga tumbuh bak jamur di musim hujan. Warga pun mulai tak sabar dengan kesemrawutan dan ingar-bingar malam yang ditimbulkan oleh tempat-tempat karaoke itu.  

Begitu banjir yang melanda perumahan mereka mulai surut, masyarakat langsung berkumpul dan menggelar unjuk rasa. Hingga lewat tengah malam, massa belum juga bubar. Belasan anggota polisi yang tiba di lokasi aksi tampak tidak bisa berbuat banyak.  

"Kami minta Pak Polisi memfasilitasi kami untuk bertemu dengan pemilik toko itu. Ini warga sudah berkumpul, Bapak pertemukan kami saja agar ada komitmen pemilik toko berhenti menjual miras," kata salah seorang warga yang berunjuk rasa, Tajuddin, Kamis (2/1/2020) malam.  

Namun, sejumlah polisi yang hadir di situ tak bisa berbuat apa-apa. Alasannya, mereka masih harus berkoordinasi dengan atasan.  

Salah seorang berpakaian preman tampak mendekati warga agar berhenti menggelar aksi. Namun, warga tidak peduli. Mereka tidak ingin terjadi banjir maksiat di wilayah mereka. 

Penolakan terhadap tempat penjualan miras di kompleks pertokoan Mutiara Gading Timur sudah berlangsung sejak beberapa pekan lalu. Usaha tempat hiburan malam yang diduga menyalahi izin tampak tidak beroperasi lagi. Namun, masih ada toko yang buka untuk penjualan miras. Dari pantauan wartawan, toko tersebut juga tak luput dari hantaman banjir.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut