Bantuan Gerobak UMKM, DPW Partai Perindo DKI : Program Lama Kita Gaungkan dan Hidupkan Lagi
JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo meresmikan pemberian gerobak gratis kepada pedagang sebagai wujud kepedulian partai serta dedikasi tinggi membangun perekonomian masyarakat.
Ketua DPW Partai Perindo DKI Jakarta Effendi Syahputra mengatakan hal tersebut merupakan program unggulan Perindo karena banyak mendongkrak kesejahteraan di kalangan masyarakat terutama para pedagang.
"Saya pikir ini program yang sudah lama kita gaungkan kali ini kita hidupkan lagi, program yang merupakan salah satu program unggulan kita," ujar Effendy dalam acara serah terima bantuan UMKM Gerobak di kantor DPP Partai Perindo, Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (4/3/2022).
Bagi Effendy, pemberian gerobak kepada masyarakat merupakan bentuk kepedulian Partai Perindo kepada masyarakat yang memiliki cita-cita namun terhalang minimnya modal.
Bagikan Gerobak untuk UMKM, Sekjen Perindo : Tujuan Kami Rakyat Bahagia dan Ekonomi Meningkat
"Bentuk kepedulian partai Perindo dalam membangkitkan ekonomi kerakyatan, sehingga masyarakat masyarakat kecil khususnya pedagang pedagang kecil terbantu," ucap Effendy.
Lanjutnya, dengan tingginya dedikasi Perindo kepada masyarakat, Perindo mampu mengirimkan wakilnya ke kursi parlemen. "Ketika nanti pemilu dan kita punya wakil-wakil rakyat nanti, mereka pun akan memperjuangkan soal ekonomi kerakyatan," katanya.
Bagikan Gerobak Perindo untuk UMKM, Hary Tanoe Ajak Masyarakat Tingkatkan Pendapatan Ekonomi
Effendy berharap, dengan adanya program tersebut pedagang-pedagang yang memiliki mimpi, mampu menunjukan bahwa mereka bisa naik kelas.
"Setelah menerima gerobak kita, berkembang berkembang dan kita berharap ada kenaikan kelas di pedagang pedagang kecil," ucap Effendy.
Partai Perindo selain membantu masyarakat melalui gerobak gratis, Perindo juga berupaya mensejahterakan masyarakat dengan berbagai program. Misalnya, melalui pelatihan UMKM dan pemberian modal gratis. Bantuan ini dilakukan secara stimulus tanpa membedakan suku, ras, maupun golongan.
Editor: Faieq Hidayat