Banyak Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Cemas Ingin Lebaran, Pemerintah Terjunkan Ahli Psikologi

Rizki Maulana ยท Sabtu, 23 Mei 2020 - 18:12 WIB
Banyak Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Cemas Ingin Lebaran, Pemerintah Terjunkan Ahli Psikologi

Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Selain memastikan kondisi kesehatan fisik, pemerintah juga memperhatikan psikologis pasien covid-19 yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. Hal itu dilakukan lantaran pergerakan mereka yang terbatas.

"Mereka dibatasi pada lantai-lantai perawatannya saja. Mereka akan berada di situ sepanjang mereka dirawat. Ini yang kemudian akan menimbulkan permasalahan-permasalahan psikologis," tutur Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (23/5/2020).

Dia menjelaskan karakteristik pasien yang menjalani perawatan inap di RSD Wisma Atlet merupakan pasien yang mandiri. Artinya mereka dirawat tanpa menggunakan infus dan oksigen karena masih termasuk ke dalam kategori ringan.

Selain itu, hal yang mengganggu aspek psikologis daripada pasien karena mereka merasa rindu dengan keluarganya menjelang Hari Raya Idul Fitri tiba. Menurutnya, selama menjalani perawatan, para pasien pun tidak diperkenankan untuk dijenguk sanak keluarga guna menghindari penularan.

"Saat ini, menjelang Idul Fitri. Oleh karena itu, kecemasan ingin ketemu keluarga, untuk berlebaran dengan keluarga merupakan masalah psikologis yang dominan bagi mereka," katanya.

Oleh karenanya, pemerintah telah mengantisipasi hal tersebut. Pemerintah telah melakukan koordinasi dengan organisasi profesi di bidang psikologis untuk membantu menangani permasalahan tersebut.

"Ini adalah pekerjaan yang cukup besar yang kemudian harus direspons dan kita bersyukur bahwa organisasi profesi pun sudah turun tangan dalam penanganan masalah ini. Oleh karena itu kami melihat semuanya sudah berjalan sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur)," ucapnya.

Editor : Rizal Bomantama