Berbeda dengan FPI, GNPF Dukung Pemprov DKI soal Penghargaan Diskotek Colosseum

Wildan Catra Mulia ยท Senin, 16 Desember 2019 - 15:03 WIB
Berbeda dengan FPI, GNPF Dukung Pemprov DKI soal Penghargaan Diskotek Colosseum

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Yusuf Muhammad Martak. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) mendukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan penghargaan berupa Anugerah Adikarya Wisata 2019 kepada Diskotek Colosseum sebagai nominasi Hiburan dan Rekreasi. Sikap tersebut berbeda dengan Front Pembela Islam (FPI) yang menentang keras penghargaan tersebut.

Ketua GNPF Yusuf Muhammad Martak menilai tak masalah jika Gubernur Anies Baswedan mengapresiasi pelaku usaha dengan memberikan penghargaan karena dinilai mampu meningkatkan perekonomian. Apalagi, menurut dia, penghargaan itu juga diberikan kepada 31 nominasi lainnya.

"Ternyata setelah saya dapatkan informasi yang akurat bahwa pemberian anugerah itu diberikan pada sekitar 31 Perusahaan oleh dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI. Informasinya program tersebut di jalankan setiap dua tahun sekali dan sudah berjalan sejak Gubernur sebelumnya," katanya saat dihubungi, Senin (16/12/2019).

Banyaknya penolakan terhadap penghargaan tersebut, Yusuf menilai, karena beberapa pihak belum bisa berpaling atau move on dari Pilkada DKI 2017. "Tapi yang dijadikan hot issue oleh kelompok pendendam/buzzer yang masih susah move on atas kemenangan gubernur muslim dalam Pilkada DKI hanya satu perusahaan tempat usaha Diskotek?" ujarnya.

"Sedangkan bagi tempat usaha lainnya yang berjumlah 30 perusahaan terdiri dari lembaga pendidikan kejuruan, perguruan tinggi hingga BUMN tidak dikritisi apalagi dipuji," katanya.

Yusuf menegaskan, GNPF jelas menolak tempat-tempat yang cenderung maksiat dan bertentangan dengan ajaran agama. Dia berjanji bakal memberikan masukan kepada Gubernur Anies Baswedan agar ke depan segala kebijakan selalu berasaskan agama Islam.

"Bila program tersebut tetap akan dilanjutkan agar menyeleksi lebih hati-hati dan tidak memberi anugerah pada perusahan atau tempat hiburan yang bertentangan dengan norma-norma agama," tuturnya.

Editor : Djibril Muhammad