Berburu Buku di Kapal Doulos Hope, Warga Rela Antre hingga 3 Jam
JAKARTA, iNews.id - Antusiasme masyarakat mengunjungi pameran buku terapung internasional MV Doulos Hope di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, terlihat dari panjangnya antrean pengunjung pada Minggu (4/10/2026). Bahkan, sejumlah warga rela menunggu hingga tiga jam untuk bisa masuk ke kapal yang membawa ribuan koleksi buku tersebut.
Pantauan iNews di Gelanggang Remaja Jakarta Utara (GRJU) menunjukkan antrean pengunjung yang hendak melakukan check-in. Antrean bahkan memanjang hingga keluar dari area GRJU.
Di lokasi tersebut, pengunjung dapat melakukan pembayaran tiket sekaligus menaiki shuttle bus yang disediakan untuk menuju lokasi pameran buku terapung Doulos Hope.
Meski harus menunggu cukup lama, antrean panjang tidak menyurutkan antusiasme warga. Mayoritas pengunjung yang datang bersama keluarga memanfaatkan akhir pekan untuk menghabiskan waktu sekaligus mencari buku di atas kapal.

Salah seorang pengunjung, Lina, datang bersama putranya, Aidan, dari Tangerang. Dia mengaku harus menunggu sekitar tiga jam sebelum mendapat kesempatan mengunjungi kapal Doulos Hope.
Lina menuturkan dia meninggalkan rumah sekitar pukul 09.00 WIB dan tiba di GRJU sekitar pukul 11.00 WIB. Dia memilih membeli tiket langsung di lokasi karena tiket yang tersedia secara daring sudah habis.
“Antrenya? Wah, tiga jam-an kayaknya antrenya,” kata Lina sambil tertawa di lokasi pameran.
Meski harus menunggu lama, Lina tetap bersemangat mengunjungi Doulos Hope yang kembali hadir di Jakarta setelah 38 tahun. Sebelumnya, kapal saudaranya, Doulos, pernah mengunjungi Jakarta dan bersandar pada 7-12 April 1988.
Lina sengaja mengajak Aidan karena menilai pameran buku di atas kapal memberikan pengalaman yang unik dan berkesan. Menurut dia, kesempatan seperti itu tidak selalu bisa ditemui.
“Seru ya, ngelihat berbagai macam buku dari internasional, terus ya, ya asyik aja sih pokoknya. Jadi walaupun capek, ya udah lah gas aja,” ujarnya.
Dia berharap pameran buku seperti Doulos Hope dapat lebih sering digelar. Menurut Lina, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak dan mendorong mereka lebih banyak membaca.
“Sering-sering ada kali ya. Soalnya edukasi juga kan buat anak-anak,” tuturnya.
Editor: Aditya Pratama