Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa M6,0 Guncang Jepang, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami di Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

BMKG Kesulitan Modifikasi Cuaca Atasi Polusi Udara di Jakarta, Ini Penyebabnya

Selasa, 15 Agustus 2023 - 05:26:00 WIB
BMKG Kesulitan Modifikasi Cuaca Atasi Polusi Udara di Jakarta, Ini Penyebabnya
BMKG mengakui kesulitan melakukan modifikasi cuaca untuk mengatasi polusi udara di Jakarta, ini penyebabnya. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengaku kesulitan untuk melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengatasi polusi udara di Jakarta. Sebab, peluang pertumbuhan awan di langit Jabodetabek minim.

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), salah satu cara paling efektif untuk mengurangi maupun membilas polusi udara di Jakarta yakni dengan air hujan. Oleh karenanya, hujan dibutuhkan untuk mengurangi kadar polusi udara di Jabodetabek.

"Tapi saat ini kecil peluang pertumbuhan awan, sehingga sulit melakukan TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca)," kata Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Klimatologi pada BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, saat dikonfirmasi, Selasa (15/8/2023).

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis BMKG, diakui Ardhasena, udara di Jakarta sangat tidak bagus dalam beberapa hari belakangan ini. "Memang beberapa hari ini kondisi kualitas udara di Jakarta berada pada level sedang hingga tidak sehat," kata Ardhasena.

Saat ini, kata dia, BMKG masih menunggu langkah dari KLHK dan pihak lainnya berkaitan penanganan polusi udara di Jakarta. Sebab, kewenangan pengendalian pencemaran udara berada di bawah KLHK meski BMKG dipastikan siap untuk membantu.

"Pengendalian pencemaran udara, kewenangannya ada di KLHK," kata Ardhasena.

Sekadar informasi, kualitas udara di Jakarta sedang tidak sehat dalam beberapa hari belakangan ini. Hal itu tercatat dalam prakiraan indeks kualitas udara (AQI) Jakarta. Bahkan, jarak pandang di Jakarta terbatas diduga akibat tertutup polusi udara.

Buruknya kualitas udara di Jabodetabek, khususnya Jakarta, membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan para menteri hingga gubernur di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Senin (14/8/2023). Jokowi menggelar rapat terbatas untuk membahas penanganan polusi udara di Jakarta yang sangat mengkhawatirkan.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyebut kualitas udara di DKI Jakarta tidak sehat. Menurut Jokowi, hal ini diakibatkan kemarau panjang selama tiga bulan terakhir, pembuangan emisi dari transportasi, dan aktivitas industri di Jabodetabek, terutama yang menggunakan batu bara di sektor industri manufaktur.

"Saya memiliki beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian seluruh kementerian dan lembaga terkait. Yang pertama jangka pendek, secepatnya harus dilakukan intervensi yang bisa meningkatkan kualitas udara di Jabodetabek lebih baik," ujar Jokowi.

Kepala negara kemudian meminta ada rekayasa cuaca untuk memancing hujan di kawasan Jabodetabek dan menerapkan regulasi untuk percepatan penerapan batas emisi khususnya di Jabodetabek. Jokowi juga meminta agar ruang terbuka hijau diperbanyak. Selain itu, ia mendorong agar kembali diterapkan sistem Work From Home (WFH).

"Tentu saja ini memerlukan anggaran, siapkan anggaran dan jika diperlukan kita harus berani mendorong banyak kantor melaksanakan hybrid working; work from office, work from home mungkin. Saya enggak tahu nanti dari kesepakatan di rapat terbatas ini apakah 75 persen (di rumah) 25 persen (di kantor) atau angka yang lain," kata Jokowi.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut