Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Transjakarta Buka Suara usai Armada Tabrak Tiang hingga 1 Penumpang Terluka
Advertisement . Scroll to see content

Bocah 8 Tahun yang Tewas Bersimbah Darah di Penjaringan Kerap Luka: Wajah-Mata Lebam

Rabu, 01 Oktober 2025 - 10:39:00 WIB
Bocah 8 Tahun yang Tewas Bersimbah Darah di Penjaringan Kerap Luka: Wajah-Mata Lebam
Ilustrasi bocah 8 tahun yang ditemukan tewas bersimbah darah kerap alami luka. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Bocah perempuan berinisial AR (8) yang ditemukan bersimbah darah di sebuah indekos kawasan Penjaringan, Jakarta Utara kerap mengalami luka-luka di tubuhnya.  Hal itu diungkap berdasarkan kesaksian sang ayah dan juga tetangga.

Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar, sejumlah saksi mengaku sering melihat tubuh korban penuh luka sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa. 

“Kami sudah memeriksa sejumlah saksi untuk mencari tahu dan menyelidiki kasus secara mendalam,” kata Onkoseno, Rabu (1/10/2025).

Sedangkan, Kanit Jatanras Polres Metro Jakarta Utara, AKP I Gede Gustiyana, menyebut ada keterangan mengejutkan dari ayah korban. AR sempat terlihat murung dan memiliki lebam biru di bagian mata. Namun, sang ibu berdalih luka itu akibat terjatuh dari motor.

“Ayah korban melihat anaknya murung, ayah korban juga melihat ada lebam biru di mata korban. Ketika ditanya kepada korban, korban diam, ditanya ke ibunya, dia mengaku korban jatuh dari motor," ucap dia.

Sejumlah saksi lain juga mengaku demikian. Penjual kopi, penjual nasi, hingga petugas keamanan yang kerap ditemui korban dan ibunya sehari-hari mengaku sering melihat wajah korban biru, bahkan ada goresan seperti cakaran di leher.

"Ada juga saksi penjual kopi, penjual nasi, kamtib sering melihat luka di bagian mata muka biru biru, terus ada juga keterangan saksi yang menyebutkan muka korban sering biru goresan cakar di bagian lehernya," ungkap dia.

Kesaksian lain datang dari penghuni kos. Mereka sering mendengar tangisan AR setiap subuh. Salah satu saksi bahkan mengaku pernah memukul tembok kontrakan agar bocah itu berhenti menangis.

"Keterangan saksi yang ngontrak setiap subuh sering dengar tangisan dari anak itu. Bahkan suatu ketika, saksi pernah dia memukul tembok kontrakan untuk menyuruh diam, karena kasihan kepada korban," tuturnya. 

Sebelumnya, bocah perempuan berusia 8 tahun ditemukan tewas membusuk di lantai tiga indekos pada Minggu dini hari, 21 September 2025. Tubuh mungilnya tergeletak terlentang di lantai kamar, bersimbah darah yang sudah mengering di sekitarnya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut