Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kebakaran Toko Sparepart di Jaktim Imbas Korsleting Listrik, Kerugian Rp1 Miliar
Advertisement . Scroll to see content

BPBD Ungkap Kebakaran Terjadi 2-4 Kali Sehari di Jakarta

Rabu, 20 September 2023 - 12:10:00 WIB
BPBD Ungkap Kebakaran Terjadi 2-4 Kali Sehari di Jakarta
BPBD mengungkap kebakaran di Jakarta bisa terjadi 2-4 kali sehari. (Foto: Dinas Gulkarmat DKI Jakarta)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Aji mengungkap kebakaran di Jakarta bisa terjadi 2 hingga 4 kali sehari. Dia melihat kebakaran sebagai bencana serius yang mengancam warga Jakarta.

Isnawa Aji pun mengimbau warga agar berhati-hati serta mengecek instalasi listrik serta tabung gas elpiji yang mereka miliki.

"Satu hari di Jakarta frekuensi 2-4 kebakaran dengan skala bengkel sampai pabrik. Angkanya mungkin di atas 400 kejadian kebakaran dari Januari sampai September (2023)," ujar Isnawa Aji di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (20/9/2023).

Dia menegaskan semua pihak bertanggung jawab untuk bersama-sama mengurangi angka kebakaran di Jakarta yang angkanya selalu tinggi baik di musim kemarau maupun penghujan.

Tingginya angka kebakaran karena Jakarta merupakan wilayah padat penduduk. Apalagi banyak bangunan lama yang tak dicek rutin pada bagian instalasi listriknya.

"Banyak rumah di Jakarta di kawasan padat hunian, banyak yang dibangun tahun 1970-1980 tidak lakukan perbaikan instalasi PLN. Dalam bangunan tanggung jawab pemilik, yang sewa. Kami biasanya tinjau lokasi kebakaran, banyak kabel serabut tahun 80-an," ucap Aji.

Selain itu, Aji menyebut banyak rumah kontrakan khususnya semipermanen memasang akses listrik tidak sesuai standar.

"Kalau dulu mungkin alat elektronik terbatas, sekarang saya temukan kontrakan alat lengkap seperti laptop, HP, dan kipas angin enggak berhenti. Mungkin colokannya enggak SNI, ketika dicolok semua korslet," katanya.

Aji mengimbau masyarakat agar rutin melakukan pengecekan dan memasang instalasi listrik sesuai standar.

"Tugas kita ikut mengurangi risiko kebakaran dengan imbauan mengganti instalasi listrik, jangan gunakan listrik tidak sesuai ketentuan. Dulu ada bangunan konveksi, meterannya kayak meteran kontrakan, kita telusuri ada meteran palsu di dalam yang bisa terjadi kebakaran," tutur Aji.

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut