Burung Kontes Jutaan Rupiah di Jakarta Timur Digondol Pria Berjaket Ojol
JAKARTA, iNews.id - Burung kontes bernilai jutaan rupiah jenis cucak ijo milik Agus Sugiyono (48) warga Kelurahan Pondok Bambu, Jakarta Timur hilang digondol maling pada Rabu, 19 Agustus 2020. Pelaku berjumlah dua orang, satu berjaket driver ojol dan satu lagi penumpang.
Agus mengatakan, saat itu ada sebuah sepeda motor yang melintas di Jalan Teratai Putih I, lokasi kejadian. Pelaku berpura-pura sebagai pengemudi dan penumpang ojek online.
"Kejadiannya jam 12.00 WIB, saya dikasih tahu anak pas lagi kerja kalau burung hilang, hilang diambil sama kandangnya," kata Agus di Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (21/8/2020).
Sebelum mengambil burung cucak ijo milik Agus di kediamannya, kedua pelaku terlihat mengintai area sekitar sambil mondar-mandir menggunakan sepeda motor.
Jual Burung Lewat Facebook, Guru Honorer di Padang Pariaman Ditangkap Polisi
"Pas sudah hilang itu saya langsung lihat CCTV milik salah seorang warga. Mereka (para pelaku) sempat lihat keadaan dulu baru kemudian beraksi," ujarnya.
Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku berbagi tugas. Pelaku yang berpura-pura sebagai penumpang ojek online dengan mengenakan kemeja layaknya pegawai kantoran bertugas mengambil burung.
Tepergok Buang Kandang, Pencuri Burung di Palembang Nyaris Tewas Dihajar Warga
Sementara pelaku lainnya pengemudi, yang mengenakan jaket ojek online, bertugas mengawasi area sekitar. Setelah burung dan kandangnya berhasil diambil, keduanya langsung tancap gas.
"Pelaku manjat teras rumah, terus mengambil hurung yang digantungkan. Setelah itu langsung kabur," ucapnya.
Curi Burung Juara, 2 Maling Bersaudara di Probolinggo Ditangkap Polisi
Dari hasil rekaman CCTV terlihat pelaku yang mengendarai sepeda motor nopol B 3281 TLM itu melarikan diri ke arah Jalan Teratai Putih Raya. Kuat dugaan keduanya merupakan spesialis pencuri burung kontes yang kerap beraksi di wilayah Pondok Bambu.
"Untuk harga saat ini burung jenis cucak ijo itu berkisar Rp4 juta, saat kejadian langsung saya melapor ke polisi," katanya.
Editor: Djibril Muhammad