Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : KBRI Berlin Imbau WNI Waspada Demo di Jerman, Hindari Kerumunan Massa
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Sopir Truk BAB Sembarangan gegara Toilet Tak Memadai di Pelabuhan Tanjung Priok

Selasa, 11 Februari 2025 - 14:20:00 WIB
Cerita Sopir Truk BAB Sembarangan gegara Toilet Tak Memadai di Pelabuhan Tanjung Priok
Sopir truk berdemo di depan pintu masuk New Priok Container Terminal One (NPCT1), Tanjung Priok, Jakarta Utara (foto: MPI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Para sopir truk berdemo di depan pintu masuk New Priok Container Terminal One (NPCT1), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (11/2/2025). Mereka memprotes soal kemacetan panjang saat melakukan proses bongkar muat barang.

Koordinator Keluarga Besar Sopir Indonesia (KBSI) Nuratmo mengatakan, infrastruktur yang kurang memadai menyebabkan proses bongkar muat barang bisa memakan waktu selama 15 jam.

"Bayangin, sekelas pelabuhan internasional, bongkar muatnya itu sampai 15 jam kita di dalam. Sampai 15 jam menunggu. Ini kan berdampak kepada kami dan pastinya kepada customer-customer di sana," kata Nuratmo di lokasi demo, Selasa (11/2/2025).

Hal ini diperburuk dengan tidak adanya toilet umum memadai di kawasan pelabuhan itu. Akibatnya, para sopir terpaksa buang air kecil dan besar secara sembarangan.

"Di dalam itu kita nunggu sampai berjam-jam, itu tidak ada toilet yang memadai. Mohon maaf, kita sampai, iya kencing sembarangan dan buang air besar sembarangan. Ini kan tidak manusiawi, sekelas pelabuhan internasional. Tapi hal-hal sepele masih aja terjadi," katanya.

Dia menyebut, saat mediasi Pelindo sempat berjanji mengatasi kemacetan di kawasan pelabuhan dan menyediakan fasilitas seperti toilet, kantin atau ruang tunggu bagi para sopir. Namun, janji itu belum terealisasi dan kini para sopir dikenakan biaya masuk ke pelabuhan.

"Sampai sekarang kemacetan, bongkar muat yang lama, itu masih saja terjadi," ucap Nuratmo.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut