Deteksi Dini Perilaku Lebay, Dinkes Periksa Kejiwaan Pelajar Bogor
BOGOR,iNews.id – Dinas Kesehatan Kota Bogor melakukan deteksi dini kesehatan jiwa bagi pelajar untuk mencegah perilaku jahil dan cenderung lebay. Penanganan ini dilakukan melalui pengisian instrumen skrining gejala cemas dan depresi SRQ 20.
“Kesehatan jiwa ini masuk dalam Penyakit Tidak Menular (PTM), keluhannya tidak hanya gangguan jiwa atau disebut gila, tetapi segala perilaku yang tidak semestinya disebut gangguan jiwa,” kata Kepala Bidang PTM Dinas Kesehatan Kota Bogor, Firry Trianti, Senin (26/3/2018).
Program pencegahan ini gejala cemas dan depresi melalui quesioner SRQ 20 diikuti 128 anak terdiri atas pelajar SMA kelas satu dan dua.
Staf P2PTM Dinkes Kota Bogor Ria Aprianti mengatakan, sosialisasi PTM dan kesehatan jiwa dalam rangka mencegah sejak dini faktor resiko PTM dimulai dari remaja.
“Kita sampaikan kepada mereka perilaku jahil berlebihan, dalam rangka mencari perhatian untuk sesuatu hal yang diinginkan, atau perilaku menarik diri itu bagian dari gangguan jiwa,” ujar Ria.
Melalui kegiatan ini, lanjut Ria, harapannya pelajar yang bertindak sebagai kader kesehatan di sekolah bisa merangkul teman-temannya yang terindikasi memiliki perilaku tersebut. Mengingat pelajar usia belasan tahun memasuki fase lebay, yakni hal kecil yang dibesar-besarkan.
“Fase remaja ini, tidak berani menyampaikan keinginannya, jadi dibutuhkan orang ketiga untuk mendampingi, bisa teman dekat, guru BP,” ucapnya.
Dalam sosialisasi kesehatan jiwa ini, pelajar diarahkan untuk berfikir bahwa jangan merasa paling lebay sendiri, tidak boleh membully, ataupun sikap kakak kelas yang mengintimidasi adik kelas. “Kekerasan fisik, bulying, adalah hal-hal yang membuat anak-anak lebih depresi,” tuturnya.
Deteksi dini cemas dan depresi melalui SRQ 20 ini, lanjut Ria, untuk lebih mengerti kondisi kesehatan para pelajar, dengan mengisi jawaban dari 20 pertanyaan yang berhubungan dengan keluhan atau masalah tertentu yang mungkin dirasakan mengganggu selama 30 hari terakhir.
Dalam menjawabnya pertanyaan tersebut jika keluhan atau masalah yang ditanyakan sesuai dengan kondisi yang dirasakan, maka penjawab dapat mencentang kolom jawaban YA, atau jika tidak mencentang kolom jawaban TIDAK. “Minimal dari SRQ 20 ini kita bisa tau ada gangguan kecemasan dan depresi yang dialami para pelajar ini atau tidak,” kata Ria.
Editor: Khoiril Tri Hatnanto