DLH DKI Pastikan Korban Longsor TPST Bantargebang Dapat Santunan, Biaya Pengobatan Ditanggung
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan korban terdampak longsor di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi akan mendapatkan santunan. Bantuan akan baik kepada petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PJLP) maupun warga sipil yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto menuturkan, santunan akan diberikan kepada seluruh PJLP yang meninggal dunia dalam insiden tersebut melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Sementara itu, pemerintah daerah juga akan menanggung biaya pengobatan bagi korban yang mengalami luka.
"Seluruh PJLP yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan berupa BPJS Ketenagakerjaan, sementara biaya pengobatan bagi korban yang mengalami luka akan ditanggung oleh Pemerintah Daerah, serta akan diberikan santunan sosial bagi korban terdampak lainnya, termasuk pemilik warung dan pemulung yang bukan berstatus PJLP," ucap Asep dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).
Selain itu, DLH DKI Jakarta juga telah mengaktifkan operasi tanggap darurat terkait longsor sampah di TPST Bantargebang. Dengan begitu, prioritas utama saat ini adalah menolong para korban.
Korban Tewas Longsor TPST Bantargebang Bertambah Jadi 4 Orang, 2 Selamat
"Kami langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat. Prioritas utama adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun longsoran," tuturnya.
Berdasarkan data sementara, longsor di TPST Bantargebang menyebabkan empat orang meninggal dunia, yaitu Sumini (60), pemilik warung di sekitar lokasi; Dedi Sutrisno, sopir truk Sudin LH Jakarta Pusat; Endah Widayanti (25) pemulung; dan Irwan Suprihatin, sopir truk.
Selain korban meninggal, seorang pengemudi truk dari Sudin LH Jakarta Selatan bernama Slamet mengalami luka ringan. Dia a telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan dan kini telah diperbolehkan pulang.
Adapun alam proses evakuasi, dari total tujuh truk yang terdampak, lima unit telah berhasil dievakuasi. Sementara dua truk lainnya masih dalam proses penanganan oleh tim gabungan di lokasi.
Editor: Aditya Pratama