Dua Nama Cawagub Diumumkan, Anies Siap Teruskan ke DPRD DKI

Wildan Catra Mulia ยท Senin, 11 Februari 2019 - 10:39 WIB
Dua Nama Cawagub Diumumkan, Anies Siap Teruskan ke DPRD DKI

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan akan meneruskan dua nama cawagub yang sudah diumumkan ke DPRD DKI Jakarta guna mempercepat pemilihan. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengaku siap menerima dua nama calon wakilnya yang merupakan hasil uji kelayakan dan kepatutan tim panelis, yang berisikan Partai Gerindra, PKS dan akademisi. Rencananya dua nama ini bakal diserahkan hari ini.

"Kami menyambut baik bahwa prosesnya sudah berjalan dan kalau dari informasi yang beredar sudah mendekati final, dan saya siap untuk menyambut begitu ada nama diserahkan kepada Gubernur," katanya saat ditemui di lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat Senin (11/2/2019).

BACA JUGA:

Cawagub DKI Mengaku Pasrah Jelang Pengumuman Dua Nama

Diumumkan Hari Ini, Dua Nama Cawagub Diserahkan ke Anies Senin Besok

Tim Panelis Seleksi Cawagub DKI Kantongi 1 Nama yang Tereliminasi

Anies berjanji tidak akan menunda proses pemilihan cawagub tersebut. Begitu menerima nama-nama, dia memastikan akan langsung memprosesnya agar paripurna pemilihan wakil gubernur baru di DPRD segera gelar.

"Begitu ada (nama Kandidat) kami akan langsung proses diteruskan ke DPRD," ujar mantan menteri pendidikan dan kebudayaan ini.

Saat ini, Anies mengatakan, belum menerima dua nama cawagub. Kemungkinan besar nama cawagub yang lolos akan diserahkan kepadanya Senin petang ini.

"Kalau Senin pagi ini saya belum terima, tapi kalau Senin sore saya belum tahu," katanya.

Sebelumnya, Tim panelis sudah menyerahkan hasil fit and proper test dan rekomendasi nama cawagub kepada Gerindra dan PKS pada Jumat malam.

Adapun tiga nama yang diusung adalah Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurahman Suhaimi, mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris DPW PKA Agung Yulianto.

Sementara tim panelis yang menguji mereka yakni Syarif, peneliti LIPI Siti Zuhro, pakar kebijakan publik Eko Prasodjo, dan pengamat politik Ubedilah Badrun.


Editor : Djibril Muhammad