Frekuensi Kebakaran di Jakarta Meningkat, Ini Respons Pramono
JAKARTA, iNews.id - Gubernur Jakarta Pramono Anung buka suara soal frekuensi kebakaran di Jakarta yang meningkat dalam dua hari terakhir. Dia menegaskan penanganan kebakaran menjadi prioritas.
Dia tak menampik masalah korsleting listrik menjadi pemicu kebakaran permukiman padat penduduk seperti di Tambora, Jakarta Barat.
"Penanganan kebakaran tetap menjadi prioritas pemerintahan yang saya pimpin, walaupun saya harus mengakui bahwa seperti di Tambora padat penduduk korsleting itu sering terjadi dan kemarin terjadi. Apapun akan tetap kita tangani," ujar Pramono di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Selasa (22/7/2025).
Pramono akan terus memenuhi program 1 RT/RW 1 alat pemadam api ringan (APAR). Menurutnya, APAR efektif untuk pemadaman awal sebelum petugas damkar tiba.
Kebakaran di Tambora Jakbar Hanguskan 86 Rumah, 400 Jiwa Terdampak
"Apapun program 1 RT 1 APAR akan tetap saya lanjutkan dan itu terbukti ketika di Tambora relatif RT-nya sudah mempunyai alat pemadam kebakaran maka dampaknya itu menjadi lebih kecil," ucapnya.
Diketahui, frekuensi kebakaran meningkat dalam dua hari terakhir. Pada Minggu (20/7/2025), kebakaran terjadi di Muara Baru, Penjaringan yang menewaskan satu orang.
Kebakaran di Permukiman Padat Tambora Padam usai 10 Jam Berkobar
4 Korban Kebakaran Tebet Luka Bakar 100 Persen, Teridentifikasi Lewat Sampel Gigi
Kemudian kebakaran juga melanda kawasan Grogol Utara, Kebayoran Lama. Sebanyak 55 rumah yang mayoritas kontrakan ludes terbakar serta satu rumah tinggal sekaligus usaha laundry dan katering.
Selanjutnya, kebakaran terjadi pada Senin (21/7/2025) di wilayah Cilincing, Jakarta Utara. Rumah makan ludes terbakar.
Tangis Keluarga Pecah saat Terima 4 Jenazah Korban Kebakaran Tebet
Lalu kebakaran di permukiman padat penduduk kawasan Tambora, Jakarta Barat yang menghanguskan 86 rumah.
Editor: Rizky Agustian