Ganjil Genap Kota Bogor Berpeluang Diperpanjang, Ini Penjelasan Bima Arya
BOGOR, iNews.id - Wali Kota Bogor, Jawa Barat, Bima Arya mengatakan kebijakan ganjil genap yang dilakukan setiap akhir pekan berpeluang besar untuk diperpanjang. Menurutnya sejauh ini kebijakan itu mampu menekan mobilitas masyarakat dengan tujuan mencegah penularan covid-19.
Bima menjelaskan kebijakan ganjil genap di akhir pekan ini sukses menekan mobilitas kendaraan terutama yang akan masuk Bogor. Dia mengatakan jumlah kendaraan yang masuk akhir pekan ini tak jauh berbeda dengan akhir pekan lalu. Padahal akhir pekan ini bertepatan dengan libur panjang Hari Raya Imlek.
"Kemungkinan besar (ganjil genap dilanjutkan). Kita lihat masih landai, penyekatan masih maksimal. Kita lihat juga tren masuknya sama seperti Minggu lalu kurang. Apalagi mengingat long weekend," kata Bima di Bogor, Sabtu (13/2/2021).
Meski begitu pihaknya masih harus melakukan evaluasi dan analisis kembali bersama pihak terkait. Jika dirasa berdampak positif, maka aturan ganjil genap setiap akhir pekannya akan dilanjutkan.
"Besok hari terakhir. Kemudian Senin dianalisis, Minggu depan apakah berlaku atau tidak (ganjil genap). Kita akan kaji lagi bersama," ucapnya.
Hal senada juga dikatakan Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro yang mengatakan sejauh ini tren kasus covid-19 di Kota Bogor memang cenderung menurun.
"Data Satgas Covid-19 tiga hari ini turun. Setiap hari kemarin sempat 170 sekian sampai 180 turun jadi 160, turun ke 40 dan hari ini 120. Semoga ini efek dari kita melaksanakan ganjil genap di Minggu lalu karena kita akan mengevaluasi. Tentunya dalam dua Minggu ini kita akan evaluasi lagi bersama Pak Wali Kota termasuk semua aspeknya dari aspek ekonomi dan sebagainya," ucap Susatyo.
Dari aspek lalu lintas, tambah Susatyo, memang dinilai berhasil karena terlihat Kota Bogor lengang. Akan tetapi, pada dasarnya aturan ganjil genap untuk menekan mobilitas sehingga covid-19 menurun.
"Sebagai contoh titik macet di Otista juga tidak terlihat sepanjang hari. Di jalan juga ketika genap, kendaraan yang melintas genap. Kecuali yang bekerja dan sebagainnya. Sehingga ini cukup efektif secara lalu lintas tapi kan bukan itu yang ujungnga utamnya. Ujung utamanya adalah tentang mencegah mobilitas masyarakat menghindari kerumunan," tuturnya.
Editor: Rizal Bomantama