Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pramono Ingatkan Pedemo 28 Oktober Tertib: Jangan Rusak Fasilitas Publik
Advertisement . Scroll to see content

Hari Sumpah Pemuda, Pramono Beri Bantuan Pemutihan Ijazah untuk 2.810 Warga

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:37:00 WIB
Hari Sumpah Pemuda, Pramono Beri Bantuan Pemutihan Ijazah untuk 2.810 Warga
Gubernur Jakarta Pramono Anung menyerahkan bantuan pemutihan ijazah kepada warga (Dok. Pemprov Jakarta)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gubernur Jakarta Pramono Anung menyerahkan bantuan pemutihan ijazah kepada 2.810 warga dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Balai Kota Jakarta, Rabu (28/10/2026). Bantuan tahap kedua tahun ini mencapai Rp4,67 miliar.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta dengan Baznas Bazis Jakarta. Bantuan diberikan kepada warga yang belum dapat mengambil ijazah karena terkendala biaya maupun persoalan administrasi.

Pramono mengatakan, program pemutihan ijazah diharapkan membantu warga mendapatkan dokumen pendidikan yang dibutuhkan untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

"Tujuannya agar semua masyarakat di Jakarta yang belum bisa mengambil ijazah, mudah-mudahan Pemerintah DKI Jakarta bisa hadir untuk membantu mengambil ijazah," ujarnya, dikutip dari keterangan Pemprov Jakarta.

Dia mengungkapkan, sejumlah warga telah menunggu bertahun-tahun untuk mengambil ijazah mereka. Salah satu penerima bantuan yang ditemuinya bahkan mengalami kendala tersebut sejak 2016.

Bantuan ini menjangkau warga dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga sekolah menengah kejuruan (SMK). Program tersebut juga mencakup 289 warga dari sanggar kegiatan belajar dan tiga siswa sekolah luar biasa (SLB).

Pramono menegaskan, Pemprov Jakarta berupaya memastikan persoalan ekonomi dan administrasi tidak menghalangi warga untuk melanjutkan pendidikan maupun mendapatkan pekerjaan.

"Jangan sampai ada yang tidak bisa mengambil ijazah di Jakarta karena persoalan ekonomi, administrasi, dan sebagainya. Maka, pemerintah hadir bersama Baznas Bazis untuk menyelesaikan itu," katanya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut