Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Progres Pembangunan Bendungan Bulango Ulu Tembus 94,99 Persen, Siap Sediakan Air Baku hingga Irigasi
Advertisement . Scroll to see content

Hujan Deras Guyur Tangsel, 1.252 Rumah Terendam Banjir

Rabu, 05 Oktober 2022 - 03:19:00 WIB
Hujan Deras Guyur Tangsel, 1.252 Rumah Terendam Banjir
Ilustrasi Banjir di Tangerang Selatan (dok. BPBD Tangsel)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah wilayah di Tangerang Selatan (Tangsel) terendam banjir akibat hujan deras yang terjadi sejak Selasa (4/10/2022) sore hingga malam. Data Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada sebanyak 1.252 rumah yang terdampak banjir dengan kedalaman berkisar 10 sampai 80 sentimeter (cm).

"Ada sebanyak 1.252 rumah di enam kelurahan yang terkepung banjir," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Selasa (4/10/2022).

Adapun, wilayah yang dilanda banjir meliputi Kelurahan Cipayung, Kelurahan Jombang, Kelurahan Pisangan di Kecamatan Ciputat. Kemudian, Kelurahan Rempoa di Kecamatan Ciputat Timur, Kelurahan Kedaung di Kecamatan Pamulang dan Kelurahan Pondok Kacang Timur di Kecamatan Pondok Aren.

BNPB memastikan tidak ada korban jiwa saat banjir melanda Tangsel. Hanya saja, genangan air di beberapa titik jalan sempat membuat kemacetan lalu lintas yang berdampak pada mobilitas umum lainnya.

"Saat ini hujan mulai reda dan banjir dilaporkan berangsur surut," katanya.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Tangsel telah melakukan monitoring di sejumlah titik genangan air. Selain monitoring, tim juga melakukan pendataan lebih lanjut dan antisipasi untuk hal-hal yang tidak diinginkan.

Sekadar informasi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca yang menyebut bahwa hujan lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Jabodetabek hingga Jumat 7 Oktober 2022 mendatang.

Menyikapi hal itu, BNPB mengimbau kepada masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah setempat agar tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan. Terlebih, terhadap daerah yang berpotensi dilanda banjir ataupun longsor.

BNPB meminta agar ada upaya monitoring bantaran sungai dengan susur sungai, normalisasi kali dan kanal serta pembersihan drainase permukiman secara berkala untuk memininalisir potensi bencana susulan yang juga dapat disebabkan oleh kondisi tata ruang lingkungan.

"Apabila terjadi hujan dalam durasi lebih dari satu jam, maka masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu," ucapnya.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut