Identitas Korban Tewas Tertabrak KRL di Lintas Cawang-Tebet Terungkap, Kakek 80 Tahun
JAKARTA, iNews.id - Perjalanan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line No. 1183 relasi Bogor-Jakarta Kota terlambat setelah menabrak orang lintas Cawang-Tebet, Kamis (20/8/2026). Korban diketahui merupakan seorang kakek berusia 80 tahun berinisial I.
I meninggal dunia di lokasi kejadian dan jenazahnya telah dibawa ke rumah sakit.
“Korban seorang laki-laki diketahui berinisial I usia 80 tahun,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi kepada wartawan, Kamis (20/8/2026).
Joko mengatakan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban sebelumnya terlihat berjalan di sekitar pinggir rel. Tak lama kemudian, KRL melintas dari arah Bogor menuju Jakarta.
“Menurut keterangan saksi, sebelum kejadian terlihat korban berjalan disekitaran pinggir rel kereta api dan sesaat setelah melintas kereta listrik dari arah Bogor menuju Jakarta,” ujarnya.
Insiden tersebut terjadi di lintas Cawang-Tebet. Korban tertemper kereta hingga meninggal dunia di lokasi.
“Atas kejadian itu, korban meninggal dunia di lokasi dan saat ini jenazah korban dibawa ke rumah sakit,” ungkap Joko.
Sementara itu, Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan mengatakan, insiden tersebut turut menyebabkan kerusakan pada sistem pengereman rangkaian Commuter Line No. 1183.
"Commuter Line No.1183 relasi Bogor-Jakarta Kota tertemper orang di lintas Cawang-Tebet yang menyebabkan kerusakan pada sistem pengereman," kata Leza dalam keterangan tertulis.
Akibat gangguan tersebut, sejumlah perjalanan Commuter Line lintas Bogor mengalami keterlambatan. KAI Commuter kemudian menerapkan rekayasa pola operasi untuk mengurangi dampak gangguan terhadap perjalanan lainnya.
Rekayasa dilakukan dengan mengoperasikan perjalanan menggunakan satu jalur pada lintas Stasiun Pasar Minggu-Stasiun Manggarai.
KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna atas terganggunya perjalanan, terutama pada jam sibuk pagi hari.
Petugas juga masih melakukan penanganan dan perbaikan sarana sekaligus mengurai antrean perjalanan Commuter Line yang terdampak.
"Kami mengimbau kepada para pengguna untuk mengikuti arahan dan informasi dari petugas di lapangan," ujar Leza.
Editor: Rizky Agustian