Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Transjakarta Matikan Lift dan Eskalator di Seluruh Halte imbas Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Advertisement . Scroll to see content

Jakarta Diserang Abu Vulkanik hingga Kualitas Udara Buruk, Pakai Masker Ya!

Senin, 07 September 2026 - 12:20:00 WIB
Jakarta Diserang Abu Vulkanik hingga Kualitas Udara Buruk, Pakai Masker Ya!
Jakarta diserang abu vulkanik hingga kualitas udara buruk. (Foto: Aldhi Chandra)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Warga Jakarta perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara pada Senin, 7 September 2026. Selain menghadapi persoalan kualitas udara, wilayah Ibu Kota kini turut terdampak sebaran abu vulkanikGunung Anak Krakatau.

Pantauan iNews.id di laman IQAir menunjukkan kualitas udara Jakarta berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Pada sekitar pukul 12.05 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta tercatat di angka 119.

Data Zoom Earth juga menunjukkan suhu Jakarta berada di 33 derajat Celcius pada siang ini. Kondisi ini menjadi perhatian karena masyarakat tidak hanya menghadapi polusi udara perkotaan, tetapi juga potensi paparan partikulat dari abu vulkanik.

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dilaporkan telah mencapai sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta. Pemerintah pun mengambil sejumlah langkah untuk mengurangi risiko paparan, terutama terhadap kelompok masyarakat yang rentan.

Sekolah di Jakarta Terapkan PJJ

Salah satu langkah tersebut dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai Senin, 7 September 2026.

Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang telah menjangkau wilayah Jakarta. Pemprov DKI menyebut kebijakan ini ditujukan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan.

Artinya, PJJ bukan semata-mata karena indeks kualitas udara Jakarta berada di angka 119. Kebijakan tersebut secara khusus berkaitan dengan potensi paparan abu vulkanik yang dapat terjadi di wilayah Jakarta.

Langkah serupa juga diterapkan di sejumlah daerah lain yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Mengapa Anak-Anak Perlu Dilindungi?

Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih ketika terjadi paparan abu vulkanik.

Abu vulkanik terdiri atas partikel-partikel sangat halus yang dapat terbawa angin dan masuk ke saluran pernapasan. Paparan dapat menyebabkan iritasi pada hidung dan tenggorokan, batuk, serta memperburuk keluhan pada orang yang memiliki gangguan pernapasan.

Karena itu, mengurangi aktivitas anak di luar ruangan menjadi salah satu cara untuk menekan risiko paparan.

Penerapan PJJ membuat anak-anak dapat tetap mengikuti kegiatan belajar dari rumah tanpa harus melakukan perjalanan dan beraktivitas di lingkungan terbuka yang berpotensi terpapar abu vulkanik.

Warga Jakarta Diimbau Pakai Masker

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga perlu melakukan langkah perlindungan diri.

Penggunaan masker, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan, menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi masuknya partikel abu ke saluran pernapasan. Pemerintah juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi abu vulkanik memburuk.

Masyarakat juga sebaiknya tidak mengabaikan gejala setelah terpapar abu, seperti batuk terus-menerus, sesak napas, iritasi mata, atau keluhan pernapasan lainnya. Jika kondisi tersebut muncul atau memburuk, masyarakat disarankan segera mencari pertolongan medis.

Dengan adanya sebaran abu vulkanik hingga Jakarta, kewaspadaan menjadi penting. Terlebih saat kualitas udara juga berada dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Jadi, bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah hari ini, jangan lupa pakai masker dan batasi paparan abu vulkanik sebisa mungkin.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut