Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Luapan Kali Cipinang Rendam Permukiman Kampung Baru Jaktim hingga 1 Meter
Advertisement . Scroll to see content

Jakarta Terendam Banjir, Pramono: Orang Masih Buang Sampah Sembarangan-Bangun di Bantaran Kali

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:54:00 WIB
Jakarta Terendam Banjir, Pramono: Orang Masih Buang Sampah Sembarangan-Bangun di Bantaran Kali
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan bahwa banjir di Jakarta dikarenakan kebiasaan orang membuang sampah sembarangan hingga membangun di bantaran kali. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan bahwa permasalahan banjir di Jakarta tidak hanya dipengaruhi faktor cuaca ekstrem. Ia menyinggung kebiasaan warga yang masih membuang sampah sembarang hingga banyaknya bangunan di bantaran kali. 

Menurut Pramono, kedua faktor tersebut membuat aliran air menjadi tersumbat yang mengakibatkan kali meluap. Oleh karenanya, Pramono meminta agar warga meninggalkan kebiasaan buruk tersebut agar tak memperburuk banjir di Jakarta.

"Saudara-saudara sekalian, yang paling utama selain cuaca ekstrem tentunya ada persoalan-persoalan internal yang terjadi di Jakarta. Apa itu salah satunya? Orang masih buang sampah sembarangan, orang masih membangun di atas bantaran sungai, itu yang sebenarnya sudah nggak boleh lagi," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Dalam penanganan banjir ini, Pramono telah memutuskan melakukan normalisasi sejumlah sungai yang belum dilakukan pada periode sebelumnya. Langkah ini merupakan program jangka panjang dalam penanganan banjir di Jakarta.  

"Sebenarnya dalam pemerintahan saya sekarang sudah memulai untuk normalisasi Ciliwung yang tidak pernah dilakukan dulu, normalisasi Krukut yang tidak dilakukan, normalisasi Kali Cakung Lama yang tadi sudah saya putuskan, dulu tidak dilakukan," ujar dia.

Pramono menegaskan bahwa penanganan banjir tentunya tidak bisa diselesaikan secara instan atau dengan bimsalabim. Penanganannya dilakukan secara bertahap mulai dari program jangka pendek seperti melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

"Sehingga dengan demikian kami melakukan itu dan memang ini tidak bisa dalam jangka pendek bim salabim selesai, ini perlu waktu dan untuk itu ada yang jangka pendek pengerukan, modifikasi cuaca," kata dia.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut