Kasus Pengeroyokan Siswa, Kak Seto Desak Tradisi Jeres di Sekolah Dihentikan

Ari Sandita Murti ยท Sabtu, 09 Juli 2022 - 09:14:00 WIB
Kasus Pengeroyokan Siswa, Kak Seto Desak Tradisi Jeres di Sekolah Dihentikan
Kak Seto mendesak tradisi Jeres di sekolah dihentikan. (Foto dok BNPB).

JAKATA, iNews.id - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto mendesak tradisi jeres di sekolah dihentikan. Tradisi ini di balik kasus pengeroyokan siswa di SMAN 70 Jakarta Selatan. 

"Kami menemui 5 anak dari pelaku kasus bullying SMA 70, intinya dia sangat menyesal. Tapi, kami memohon untuk tradisi ini bisa dihentikan, tradisi jeres jadi sesuatu tidak ditepati boleh dipukulin," ujar Kak Seto pada wartawan, Sabtu (9/7/2022).

Tradisi jeres yaitu para junior menjanjikan adanya kegiatan berkumpul dengan jumlah 20 orang. Jika jumlah kumpulan tersebut tidak sampai target, maka dilakukan pemukulan karena junior dianggap sudah berkomitmen dengan tradisi itu.

"Si junior itu sudah komitmen, oke boleh, saya sanggup, bisa kok, ternyata yang kumpul hanya 3 orang. Artinya sudah memenuhi komitmennya siap di Jeres, setiap ditanya dipukul lebam-lebam lah," tuturnya.

Dia mengaku bakal berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta agar tradisi itu bisa dihentikan di sekolah.

"Ini nantinya sudah menjadi tugas dinas pendidikan supaya tradisi bullying mohon dengan tegas dihentikan. Jadi harus diciptakan sekolah ramah anak, bebas dari bullying, dan bebas berbagai tindakan termasuk dengan jeres ini," katanya.

Editor : Faieq Hidayat

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda