Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jadwal Imsak Bekasi dan Sekitarnya Hari Ini 13 Maret 2026, Subuh Jam Berapa?
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Pembelajaran Tatap Muka 80 Sekolah di Bekasi Ditunda

Sabtu, 29 Mei 2021 - 10:17:00 WIB
Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Pembelajaran Tatap Muka 80 Sekolah di Bekasi Ditunda
Ilustrasi, penyemprotan cairan disinfektan di sekolah untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19). (Foto: Antara).
Advertisement . Scroll to see content

BEKASI, iNews.id - Dinas Pendidikan Kota Bekasi terpaksa menunda puluhan sekolah dasar hingga menengah pertama untuk menggelar pembelajaran tatap muka atau Adaptasi Tatanan Hidup Baru Satuan Pendidikan (ATHB-SP) di wilayahnya. Penundaan itu menyusul lonjakan tren kasus positif Covid-19 kategori usia produktif.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah mengatakan, sebanyak 80 sekolah yang mengajukan untuk proses pembelajaraan tatap muka terpaksa ditunda. Padahal, sekolah yang mengajukan mulai dari SD hingga SMP tersebut dinilai sudah layak menggelar kegiatan ATHB-SP.

"Kita terpaksa menundanya karena tren penularan Covid-19 pasca Lebaran 2021 sangat tinggi," ujar Inayatullah di Bekasi, Sabtu (29/5/2021). 

Dia menuturkan, sebanyak 80 sekolah tersebut juga sudah mengajukan ke Data Pokok Pendidikan (Dakodik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk proses pembelajaran.

"Dari 80 sekolah, mereka sudah input ke dapodik. Kalau kita lihat berdasarkan hasil pemantauan, semuanya sudah terpenuhi dari sarana prasarana dan infrastruktur dan syaratnya juga sudah terpenuhi," tuturnya. 

Menurutnya, evaluasi akan terus dilakukan sembari menunggu arahan lebih lanjut dari gugus tugas tingkat Kota mengenai jumlah sekolah yang akan melakukan ATHB-SP."Kita menunggu arahan, kesehatan peserta didik menjadi prioritas utama," ucapnya.

Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan Kota Bekasi, jumlah sekolah tingkat SD dan SMP yang telah menggelar pembelajaran ATHB-SP saat ini sebanyak 220 sekolah. Saat ini, pihaknya terus berkoordinasi dan telah memetakan sekolah yang di zona merah.

Selain itu, kata dia terus mengevaluasi, setiap sekolah wajib bekerja sama dengan Puskesmas setempat dan gugus tugas tingkat wilayah. Dinas pendidikan juga mengintruksikkan kepada Kepala Sekolah untuk selalu melakukan pengendalian Covid kepada warga belajar (peserta didik, guru, TU, OB dan security).

Kemudian menyediakan sarana penunjang protokol kesehatan setiap hari selama proses belajar mengajar dan mengedepankan protokol kesehatan secara ketat."Kami masih terus melakukan evaluasi serta menunggu arahan dari Gugus Tugas , kesehatan peserta didik menjadi prioritas utama,” katanya.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut