Kebakaran Jembatan Besi, Pemuda Ini Pasrah Barang Rumahnya Sisa Panci
JAKARTA,iNews.id – Lebih dari dari enam jam api berkobar hebat membakar permukiman warga Jambatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, Minggu 1 April malam. Sedikitnya 200 rumah warga ludes terbakar dijilat si jago merah.
Kebakaran menyebabkan dua warga dan seorang petugas kebakaran mengalami luka-luka akibat tertancap paku dan pecahan kaca. Peristiwa itu juga memaksa ratusan warga RW 06 dan RW 09 korban kebakaran terpaksa mengungsi di masjid, lapangan maupun rumah tetangga atau saudara.
Pantauan di lokasi, Senin (2/4/2018) siang, warga masih berusaha menyelamatkan sisa barang-barang mereka di tengah reruntuhan puing yang sudah terbakar.
Seorang warga bernama Jarwan (30) tampak sibuk mengais-ngais di tengah puing bangunan rumahnya. Warga RW 06 Jembatan Besi tertunduk lesu dengan mata berkaca setelah barang miliknya hanya tersisa panci.
“Tinggal panci ini, semua habis terbakar,” kata Jarwan kepada iNews.id, Senin (2/4/2018).
Dirinya mengaku mengetahui ada kebakaran dari teriakan warga sekitar. Saat itu Jarwan sedang rebahan di rumah. “Pukul 21.00 ada teriak kebakaran, saya langsung lihat sudah ada api dan asap tebal. Lalu bangunin orang tua, enggak lama saya buka jendela atas lantai II, saya lihat api sudah keluar menuju ke rumah saya,” ujarnya.
Jarwan tak sempat menyelamatkan barang-barang di rumahnya. Setelah mengevakuasi keluarganya ke tempat lebih aman, dia kembali untuk membantu warga memadamkan api. “Selang dua menit ada ledakan, api jalan ke rumah saya. Hanya lima menit dari ledakan sudah kebakar rumah saya,” ucapnya.
Bersama warga, dia sempat berupaya menghentikan api dengan menyiram pakai air got. Tetapi, upaya itu sia-sia dan api justru membesar. “Setelah ada pemadam, fokus pemadaman hanya di sumber api, kita bersama warga cuma bisa pakai air got aja,” katanya.
Jarwan pun hanya bisa pasrah atas peristiwa tersebut. Saat ini, dia bersama keluarganya mengungsi di rumah kerabat yang tak jauh dari kejadian. Dia berharap ada uluran tangan dari pemerintah daerah untuk membantu warga terdampak kebakaran. “Sekarang keluarga mengungsi di rumah saudara, enggak di pengungsian,” ujar Jarwan.
Editor: Khoiril Tri Hatnanto