Kerabat Sebut Ingatan Nur Mahmudi Terganggu karena Jatuh Main Voli
DEPOK, iNews.id – Kerabat mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail bernama Tafi mengatakan, kondisi kesehatan politikus Partai Keadilan Sosial (PKS) itu menurun satu minggu terakhir. Nur Mahmudi sakit karena jatuh saat lomba voli di lapangan dekat rumahnya, Kompleks Griya Tugu Asri, Kelapa Dua, Depok, sejak 18 Agustus 2018.
“Beliau lagi masa pemulihan. Seminggu lalu beliau (Nur Mahmudi) baru saja pulang dari Rumah Sakit Hermina,” kata Tafi di Depok, Rabu (29/8/2018).
Menurut dia, Nur Mahmudi menderita sakit karena kepalannya terbentur saat terjatuh. Peristiwa itu membuat kondisi ingatan Nur Mahmudi Ismail terganggu.
“Pada saat sedang bermain voli dengan warga sekitar, tiba-tiba jatuh dan terbentur kena kepala belakang. Mungkin saat itu ingatan yang dulu-dulu sempat lupa. Tapi sekarang-sekarang sudah mulai membaik,” ucap dia.
Tafi melanjutkan, padahal saat ini Nur Mahmudi juga tengah dalam pemulihan kesehatan sakit saraf. Usai menjabat Wali Kota Depok pada 2015, Nur Mahmudi sempat jatuh sakit. “Kemarin teman-teman tahu beliau masih sakit,” ujar dia.
Tafi mengaku kaget atas penetapan tersangka terhadap Nur Mahmudi. Menurut dia, Nur Mahmudi masih berkoordinasi dengan pengacaranya atas kasus yang menyeretnya tersebut.
“Intinya beliau masih mengkoordinasikan dulu dengan pengacara, mungkin beliau yang akan menyampaikan,” tutur Tafi.

Penyidik Polres Kota Depok menetapkan mantan Nur Mahmudi sebagai tersangka tindak pidana korupsi proyek Jalan Nangka Tapos. Nur Mahmudi sempat menjalani pemeriksaan sebagai saksi dugaan tindak pidana korupsi di Polresta Depok. Sejauh ini, polisi telah memeriksa 30 saksi termasuk Nur Mahmudi sejak kasus ini diselidiki November 2017.
“Statusnya telah dinaikkan menjadi tersangka berdasarkan gelar perkara” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Jakarta, Selasa (28/8/2018) malam.
Editor: Khoiril Tri Hatnanto